Ahmad Zamhari
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arsitektur Rumah Limas Palembang Sebagai Warisan Budaya Ahmad Zamhari; Imam Al Jundi; Helti Hepiani; Dwi Agusutia; Putri Nirwana
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JPTI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.296

Abstract

Rumah Limas Palembang adalah rumah adat yang memiliki nilai filosofis yang tinggi. Dalam pembangunannya, rumah ini mengedepankan nilai-nilai religius, kearifan lokal, dan pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha. Rumah Limas bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai cerminan dari kehidupan sosial dan adat istiadat masyarakat Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk melacak jejak warisan budaya Rumah Limas Palembang dari masa lalu hingga masa kini serta menganalisis makna-makna yang terkait dengan rumah tradisional ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Rumah Limas mencerminkan kebudayaan Palembang dalam berbagai aspek. Rumah Limas memiliki nilai-nilai filosofis, religius, dan simbol status sosial. Selain itu, rumah ini juga berperan dalam pelestarian identitas budaya dan penghormatan terhadap warisan nenek moyang. Rumah Limas memiliki keanggunan dalam desainnya dan dihiasi dengan ukiran dan hiasan bunga-bungaan. Nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat Palembang tercermin dalam simbol-simbol yang terdapat dalam rumah ini. Rumah Limas juga memiliki alasan-alasan tertentu dalam pembangunannya, seperti mencegah serangan binatang buas, kondisi alam yang sering digenangi air, dan menjaga keserasian dan kesehatan penghuni rumah. Meskipun Rumah Limas Palembang telah mengalami transformasi seiring dengan perubahan zaman, upaya pelestarian rumah tradisional ini penting untuk menjaga identitas budaya dan menghargai warisan sejarah. Pelestarian dapat melibatkan pemerintah, masyarakat, dan lembaga budaya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kekayaan budaya yang dimiliki. Rumah Limas Palembang memiliki nilai-nilai yang kaya dan mendalam, dan menjadi salah satu ciri khas kota Palembang yang patut dilestarikan untuk generasi mendatang.
Kesenian Senjang Tradisi Pernikahan Musi Banyuasin Ahmad Zamhari; Adelia Meitriana; Anggia Meliza; Devi Zahra Emilia; Randu Adi Putra; Shabila Iqya Tika
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 3 No 6 (2023): JPTI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.300

Abstract

Kesenian senjang yang merupakan salah satu seni tradisi khas masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin. Tradisi lisanĀ ini awalnya merupakan sebuah ungkapan hati seseorang yang dikemas dalam bentuk pertunjukan seni. Kesenian Senjang banyak berkembang di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, antara lain di Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Sanga Desa, dan Kecamatan Sekayu. Masing-masing wilayah memiliki kekhasan iramanya sendiri-sendiri. Meski kesenian Senjang populer di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan para pelantunnya pun mayoritas berasal dari wilayah tersebut, tetapi tidak dapat dipastikan bahwa Kesenian Senjang berasal dari daerah ini. Sebab, Kesenian Senjang juga tumbuh dan berkembang di daerah lainnya di bagian hulu Sungai Musi. Senjang adalah salah satu bentuk media seni budaya yang menghubungkan antara orang tua dan generasi muda, serta antara masyarakat dan pemerintah. Hal yang disampaikan dapat berupa nasihat, kritik, aspirasi, maupun ungkapan rasa gembira. Masalah yang menjadi latar belakang penelitian ini karena kepandaian Senjang serupa itu sudah sangat langka. Tujuan penelitian Senjang serupa ini yaitu untuk mengangkat kembali kepandaian masyarakat tentang kepandaian Senjang serupa yang sudah sangat langka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lisan Senjang adalah sebagai bentuk media seni budaya yang menghubungkan orang tua dengan generasi muda atau bisa juga antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi baik saran, kritik maupun penyampaian perasaan bahagia. Beberapa upaya telah dilakukan untuk melestarikan, memanfaatkan dan mengembangkannya Senjang melalui sekolah, galeri dan festival seni tradisi.