Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REVITALISASI KERATON KUNING SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI PANGKALAN BUN Hibnu Mardhani; Candra Gunawan
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.766 KB)

Abstract

Membicarakan tentang Revitalisasi dan Pengembangan Bangunan bersejarah di kota, tidak lepas darisejarah, dan keberadaan kota itu sendiri. kota-kota modern saat ini sedang mengalami masalahpenurunan kualitas bangunan bersejarah yang serius karena besarnya beban lingkungan yang timbulakibat aktifitas perkotaan yang meningkat. Sementara pada waktu yang bersamaan berbagaikegiatan di kota telah menenggelamkan situs-situs bersejarah yang seharusnya dilestarikan, dijagadan terus dikembangkan, dan dipublikasikan. Sumberdaya arkeologi atau benda cagar budayabeserta situsnya adalah sisa-sisa hasil budaya fisik peninggalan nenek moyang yang masih dapatdilihat di muka bumi sampai saat ini.Keberadaan keraton yang merupakan pecahan dari Kerajaan Banjar yang diawali oleh seorangpangeran (anak Raja Banjar) yang ingin mendirikan kerajaan sendiri terlepas dari kerajaan Banjar(Kalsel) .Tulisan ini mencoba untuk mencari kemungkinan rekayasa bangunan dengan mengkaji bangunanbaik fisik maupun non fisik Keraton mengarah pada Tipologi bangunan, penciptaan ruang, danenvironment (kawasan Keraton) dan arah pengembangan kedepan merekomendasikan berbagaisasaran pembangunan (program kedepan) dalam daya tarik kawasan.
PENATAAN KEMBALI KAWASAN BERSEJARAH BATU BANAMA Hibnu Mardhani; Candra Gunawan
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.972 KB)

Abstract

Membahas tentang Penataan Kembali Kawasan Bersejarah di tempat tertentu, tidak lepas dari sejarah, dan keberadaan situs-situs atau peninggalan. Pembangunan dewasa ini mengalami masalah penurunan kualitas bangunan kawasan bersejarah yang serius karena keterbatasan penataan dan fasilitas padahal kawasan bersejarah dapat mengangkat citra suatu daerah baik sisi Pariwisata, pembelajaran sejarah, tempat rekreasi alami, dan sebagainya. Ketidak perhatiannya terhadap situs/kawasan bersejarah, yang seharusnya dilestarikan, dijaga dan terus dikembangkan, dan dipublikasikan dapat menenggelamkan keberadaan situs, dan lambat laun keberadaan kawasan tersebut akan hilang bahkan tidak ditahui lagi sejarah awal keberadaannya. Sumber daya arkeologi atau benda cagar budaya beserta situsnya adalah sisa-sisa hasil budaya fisik peninggalan nenek moyang yang masih dapat dilihat di muka bumi sampai saat ini. Sumber daya arkeologi tersebut merupakan warisan budaya dan merupakan data yang sangat penting untuk rekonstruksi sejarah serta mengetahui proses perubahan masa lalu. Scovil, Gordon dan Anderson 1977:5) dan diketahui selama ini Kalimantan Tengah. Keberadaan kawasan bersejarah Batu Banama yang merupakan tempat yang disakralkan oleh penduduk setempat dan merupakan tempat makam leluhur. Tulisan ini mencoba untuk memberi masukan dalam penataan kawasan Bersejarah melalui penataan bangunan baik mengarah pada pembangunan yang rekreatif, penciptaan ruang, dan environment dan arah pengembangan kedepan merekomendasikan berbagai sasaran desain penataan pembangunan sebagai daya tarik kawasan.
PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH TEPI SUNGAI BARITO PURUK CAHU Hibnu Mardhani
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.964 KB)

Abstract

Tujuan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh adalah meningkatan Permukiman ke arah yang lebih baik. Dengan sasaran seluruh aspek yang terkait dan berpengaruh terhadap kawasan lingkungan terutama kawasan permukiman tepian sungai Barito dari termasuk Pasar hingga Dermaga ini akan menjadi dasar untuk menyusun Penanganan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup di kawasan Permukiman tersebut.