Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ARSITEKTUR LANDSCAPE KAWASAN WISATA OUTBOUND BUKIT TANGKILING Yoga Restyanto
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.864 KB)

Abstract

Dari luas keseluruhan kawasan wisata di bukit tangkiling ini adalah 2.594 Ha, dengan rincian sebagai berikut Cagar Alam seluas 2.061 Ha dan Taman Wisata Alam seluas 533 Ha. Kondisi topografi berada pada daerah perbukitan dan masih tertutup hutan. Inilah bukit tangkiling, daerah yang menyimpan banyak potensi wisata salah satunya yang menjadi objek adalah wisata ”ANAK HIMBA” Outbound yang berada di kawasan Taman Alam Bukit Tangkiling kecamatan Bukit batu, merupakan Wahana Wisata Petualangan Keluarga, yang dibangun dan dikelola oleh BLUE BETANG Heart Of BORNEO Travel Adventure sebagai wahana rekreasi keluarga. Kawasan wisata Outbound Bukit Tangkiling merupakan suatu kawasan yang menyajikan panorama hutan alam kalimantan yang masih asri. Dilihat secara lanscape kawasan ini terdapat beberapa komponen pembentuk arsitektur lansekap.
PENATAAN KEMBALI KAWASAN RUANG TERBUKA BAWAH JEMBATAN KAHAYAN MENJADI NYAMAN SESUAI DENGAN PERATURAN Yoga Restyanto
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2292.46 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau di wilayah Kota Palangka Raya adalah meliputi Taman dan Jalur Hijau. Salah satu Taman yang dikenal oleh masyarakat Kota Palangka Raya adalah Kawsan Taman dibawah Jembatan Kahayan, dimana Kawasan tersebut setiap hari sangat ramai di kunjungi oleh masyarakat Kota Palangka Raya. Namun yang sangat di sayangkan adalah ketidak-nyamanan pengunjung yang berkunjung ke kawasan tersebut. Ketidak-nyamanan ini dapat di lihat dari ketidak-teraturan dari kawasan tersebut terhadap para pedagang kaki lima yang menempati kawasan tersebut. Selain itu kebersihan dari kawasan tersebut yang tidak terjaga dengan baik, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dari para pedagang dan pengunjung kawasan tersebut serta kurangnya pengawasan dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Penataan kembali di perlukan untuk kawasan ini sehingga dari segi kenyamanan dan kesesuaian terhadap peraturan yang ada agar kawasan tersebut dapat dikatakan sebagai ruang terbuka.
UKURAN ELEMEN ARSITEKTUR BETANG TOYOI Yoga Restyanto
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2117.137 KB)

Abstract

Betang sebagai ruamh tinggal tradisional mesyarakat kalimantan, memiliki nilai startegis, sakral serta historis. Memiliki nilai penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan dimasa yang akan datang. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang semakin meningkat terus mewarnai seluruh aspek kehidupan masyarakat, dimana nilai-nilai kultur kini kurang di hormati dan terkikis, yang pada akhirnya menggerogoti nilai kebudayaan dan adat istiadat sebagai kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Di kabupaten Gunung Mas Kecamatan Rungan, terdapat pusaka peninggalan leluhur yang bernilai tinggi, sebagai cermin kejayaan masa lalu, kekuatan dan kegigihan, serta jiwa yang besar para leluhur kita di petak Dayak. Betang Toyoi merupakan objek cagar budaya yang elok dan memendam berjuta informasi masa itu. Sejalan dengan perubahan waktu mengalami perubahan-perubahan dari bentuk awalnya. Betang Toyoi kini hanya tersisa sekitar setengah dari awal mulanya. Betang yang tersisa ini saat ini masih besar dan kokoh dengan elemen-elemen arsitektur yang melekat pada Betang Toyoi.