Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI DAMPAK PARIWISATA BUKIT BATU KABUPATEN KASONGAN DITINJAU DARI ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Yesser Priono
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.884 KB)

Abstract

Industri pariwisata merupakan sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan sektor ekonomi lainnya. Banyaknya lapangan pekerjaan yang muncul mulai dari kegiatan pengadaan jasa akomodasi, rumah makan, layanan wisata, hingga bisnis cinderamata telah berhasil membantu pemerintah untuk mengurangi tingginya tingkat pengangguran di negeri ini. Sumbangan devisa bagi kas negara dan daerah yang terus mengalir juga merupakan salah satu dampak positif akibat perkembangan pesat industri pariwisata. Pada objek wisata Kabupaten Katingan untuk pengembangan kawasan wisata Bukit Batu sebagai kawasan wisata Kabupaten Katingan. Letak yang strategis pada kawasan objek wisata yang berdekatan dengan sungai Katingan untuk kawasan wisata Bukit Batu serta wilayah perbukitan menjadikan kawasan ini sebagai cermin kawasan wisata Kabupaten Katingan secara keseluruhan. Didalam usaha pengembangan pariwisata pastilah ada dampak-dampak yang mempengaruhi pengembangan obyek wisata tersebut menjadi semakin baik atau bahkan merusak keindahan dan kealamian obyek wisata Bukit Batu di Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Oleh sebab itulah sangatlah diharapkan agar jangan sampai ada dampak negatif yang banyak merugikan daripada menguntungkan obyek wisata tersebut.
PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA BUKIT TANGKILING BERBASIS MASYARAKAT Yesser Priono
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.526 KB)

Abstract

Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling merupakan salah satu destinasi pariwisata yang menjadi daya tarik wisata di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah dengan konsep ekowisatanya. Kawasan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling dalam konstelasi produk wisata Kalimantan Tengah memegang peranan penting yang sangat signifikan karena merupakan pintu gerbang pariwisata di kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Kawasan taman wisata alam Bukit Tangkiling merupakan salah satu obyek unggulan kategori ekowisata di Kalimantan Tengah karena merupakan kawasan konservasi yang dilindungi. Konsep yang memanfaatkan kecenderungan pasar back to nature ini merupakan usaha pelestarian keanekaragaman hayati dengan menciptakan kerja sama yang erat antara masyarakat yang tinggal disekitar kawasan yang perlu dilindungi dengan industri pariwisata. Dalam mengembangkan ekowisata di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling. Yang perlu mendapat perhatian dalam mengembangkan pariwisata yang berbasis masyarakat berdasarkan konsep ekowisata adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketrampilan masyarakat lokal di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling.
IDENTIFIKASI PRODUK WISATA PARIWISATA KOTA (URBAN TORISM) KOTA PANGKALAN BUN SEBAGAI URBAN HERITAGE TOURISM Yesser Priono
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1779.043 KB)

Abstract

Peninggalan sejarah adalah salah satu dari sekian banyak potensi wisata dalam pariwisata kota. Kota Pangkalan Bun yang merupakan kota dari Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai sumber daya yang potensial untuk dikembangkan sebagai pariwisata kota, dilihat dari corak kehidupan masyarakat dan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutaringin. Pariwisata Kota (Urban Tourism) pada dasarnya adalah produk wisata, dimana di dalamnya terdapat konsentrasi berbagai bentuk atraksi, amenitas dan kemudahan aksesibilitas yang dapat menarik pengunjung baik dari domestic maupun international, termasuk wisatawan dan para pelaku bisnis dan konferensi. Kota Pangkalan Bun mempunyai sumber daya yang potensial dalam pengembangan sebagai pariwisata kota. Kota Pangkalan Bun dikategorikan sebagai Urban Heritage Tourism.
KUALITAS INFRASTRUKTUR JALAN YOS SUDARSO KOTA PALANGKA RAYA Yesser Priono
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.502 KB)

Abstract

Koridor jalan Yos Sudarso merupakan sebuah jalan utama di Kota Palangka Raya yang merupakan sebuah jalan yang memiliki nilai historis yng tinggi dalam kaitan terbentuknya kota Palangka Raya, terbentuk oleh adanya Bundaran Besar sebagai sumbu dan juga deretan-deretan perkantoran yang ada di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan serta di samping itu juga memiliki lahan kosong yang dapat difungsikan. Jalan Yos Sudarso Palangkaraya merupakan jalan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi di kota Palangkaraya. Konsentrasi utama di koridor jalan ini adalah keberadaan Bundaran Besar sebagai magnet berbagai macam aktivitas masyarakat. Ditinjau dari aspek fisik, jalan Yos Sudarso Palangkaraya. memiliki lebar jalan ± 20 meter dengan median jalan ± 2,5 meter dan dinilai cukup untuk menampung arus sirkulasi kendaraan yang ada. Namun, dikarenakan keberadaan warung tenda serta cafe tenda di sisi kanan kiri koridor jalan ini pada saat sore hingga malam hari mengakibatkan banyaknya kendaraan yang parkir, yang menjadi permasalahan adalah tidak tersedianya lahan parkir untuk kendaraan roda empat menyebabkan terbentuknya on street parking, sehingga lebar jalan efektif yang tersisa ± 6 meter tiap sisi jalannya.. Hal ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas.Ditinjau dari aspek non fisik, adanya aktivitas dijalan ini juga merupakan potensi yang memberikan dampak yang pesat dibidang sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. sehingga secara otomatis, kawasan ini membutuhkan sarana prasarana yang memadai disertai penataan infrastruktur yang baik dengan menyesuaikan perkembangan yang ada di kawasan tersebut sehingga diharapkan di masa mendatang dapat terwujud koridor jalan yang berkembang tertib dan berkelanjutanMetode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara mengulas teori-teori infrastruktur pada jalan Yos Sudarso kemudian mengolah data-data tersebut serta melakukan pengamatan pada objek penelitian. Perkembangan Jalan Yos Sudarso merupakan suatu proses peristiwa penting dalam perencanaan fisik lingkungan binaan pada sepanjang pinggir Jalan Yos Sudarso.
TRANSPORTASI BERKELANJUTAN KAWASAN WISATA TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING (TNTP) KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH Yesser Priono; Elis Sri Rahayu
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata (ecotourism). Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu objek wisata andalan yang dimiliki oleh provinsi Kalimantan Tengah dimana kawasan ini dijadikan sebagai tempat perlindungan orang utan (pongo pygmaeus) dan bekantan (nasalis larvatus). Dalam Mengakses keberadaan kawasan ekowisata Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP), keberadaan transportasi air berupa kelotok ini sangat penting yang merupakan alat transportasi tradisional yang digunakan dari dahulu oleh masyarakat Kalimantan Tengah dimana Pulau Kalimantan sebagian besarnya adalah daerah wilayah perairan dengan adanya sungai-sungai dan kelotok juga dapat menjadi daya tarik wisata di Kalimantan Tengah. Hal in di lakukan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dari transportasi tradisional air kelotok sebagai pendorong pariwisata Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.