Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Preposition of Customary Language on Manjapuik Marapulai of Pasambahan Text in Solok City, West Sumatera Eriza Nelfi; Elvina A. Saibi; Iman Laili
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5965

Abstract

This study aims to describe the preposition of the various convention languages in the text of Pasambahan Manjapuik Marapulai (hereinafter abbreviated as TPMM) in Solok City, West Sumatera. TPMM is one of a series of marriage ceremonies carried out according to Minangkabau custom in Solok City. The method in this study uses a qualitative descriptive method with the object of study in the form of prepositions in TPMM. The research data is in the form of sentences containing prepositional phrases contained in the TPMM. For data collection, the listening method was used with note-taking techniques. Furthermore, to analyze the data, the distribution method was used with the direct element division technique as a basic technique and an advanced technique in the form of marking reading techniques. The results of the research show that the prepositional forms found are the basic prepositions and the derived forms in the form of combined prepositions of type the meaning found is the place of being, the place of origin, the place of destination, origin, a certain place, comparison, and inclusion.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan preposisi bahasa ragam adat dalam teks Pasambahan Manjapuik Marapulai (selanjutnya disingkat dengan TPMM) di Kota Solok, Sumatera Barat. TPMM adalah salah satu rangkaian upacara proses perkawinan yang dilakukan secara adat Minangkabau di Kota Solok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek kajian  berupa preposisi dalam TPMM. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung frasa preposisional yang terdapat dalam TPMM. Untuk pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik catat. Selanjutnya, untuk menganalisis data digunakan metode agih dengan teknik  bagi unsur langsung sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan berupa teknik baca markah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk preposisi yang ditemukan adalah preposisi  bentuk dasar dan   bentuk turunan berupa preposisi gabungan.  Jenis makna yang ditemukan adalah tempat berada, tempat asal, tempat tujuan, tempat tertentu; perbandingan, dan kesertaan.
Karakteristik Verba Aktivitas Bahasa Minangkabau: Pendekatan Makna Aspektualitas Elvina A. Saibi; Iman Laili
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.883.308--322

Abstract

The purpose of this study is to reveal the characteristic situation of activity verbs which emphasize the inherent aspectual meaning of verbs in verbal phrases as predicates. The situations expressed by the class of activity verbs have the characteristics of dynamic, atelic, durative, and nonhomogeneous situations. The method in this study uses a descriptive method and a structural approach, namely the principle of the unity of form and meaning is the starting point of the analysis. Furthermore, the data in this study are verbal phrases in the Minangkabau language which express the situation that occurs. The data source used comes from the Singgalang Newspaper published by West Sumatra, which uses the Minangkabau language. The data collection method is done by listening to the use of language. The technique used is note-taking technique. To analyze the data used distribution method. The techniques used in this study are expansion techniques, replacement techniques, and disappearance techniques. The results found in this research are incoative meaning, progressive meaning; continuative meaning, durative meaning, perfective meaning, iterative meaning, habituative meaning, and repetitive meaning. AbstrakTujuan penelitian ini mengungkapkan situasi karakteristik verba aktivitas yang menekankan pada makna aspektualitas inheren verba pada frasa verbal sebagai predikat. Situasi yang diungkapkan kelas verba aktivitas memiliki sifat-sifat situasi dinamis, atelik, duratif, dan nonhomogen. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan struktural, yakni prinsip kesatuan bentuk dan makna merupakan titik tolak analisis. Selanjutnya, data dalam penelitian ini merupakan frasa verbal berbahasa Minangkabau yang mengungkapkan situasi yang terjadi. Sumber data yang digunakan bersumber dari Surat Kabar Singgalang terbitan Sumbar yang menggunakan bahasa Minangkabau. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Teknik yang digunakan adalah teknik catat. Untuk menganalisis data digunakan metode agih. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik perluasan, teknik ganti, serta teknik lesap. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah makna inkoatif, makna progresif; makna kontinuatif, makna duratif, makna perfektif, makna iteratif, makna habituatif, dan makna repetitif.
Karakteristik Verba Aktivitas Bahasa Minangkabau: Pendekatan Makna Aspektualitas Elvina A. Saibi; Iman Laili
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.883.308--322

Abstract

The purpose of this study is to reveal the characteristic situation of activity verbs which emphasize the inherent aspectual meaning of verbs in verbal phrases as predicates. The situations expressed by the class of activity verbs have the characteristics of dynamic, atelic, durative, and nonhomogeneous situations. The method in this study uses a descriptive method and a structural approach, namely the principle of the unity of form and meaning is the starting point of the analysis. Furthermore, the data in this study are verbal phrases in the Minangkabau language which express the situation that occurs. The data source used comes from the Singgalang Newspaper published by West Sumatra, which uses the Minangkabau language. The data collection method is done by listening to the use of language. The technique used is note-taking technique. To analyze the data used distribution method. The techniques used in this study are expansion techniques, replacement techniques, and disappearance techniques. The results found in this research are incoative meaning, progressive meaning; continuative meaning, durative meaning, perfective meaning, iterative meaning, habituative meaning, and repetitive meaning. AbstrakTujuan penelitian ini mengungkapkan situasi karakteristik verba aktivitas yang menekankan pada makna aspektualitas inheren verba pada frasa verbal sebagai predikat. Situasi yang diungkapkan kelas verba aktivitas memiliki sifat-sifat situasi dinamis, atelik, duratif, dan nonhomogen. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan struktural, yakni prinsip kesatuan bentuk dan makna merupakan titik tolak analisis. Selanjutnya, data dalam penelitian ini merupakan frasa verbal berbahasa Minangkabau yang mengungkapkan situasi yang terjadi. Sumber data yang digunakan bersumber dari Surat Kabar Singgalang terbitan Sumbar yang menggunakan bahasa Minangkabau. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Teknik yang digunakan adalah teknik catat. Untuk menganalisis data digunakan metode agih. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik perluasan, teknik ganti, serta teknik lesap. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah makna inkoatif, makna progresif; makna kontinuatif, makna duratif, makna perfektif, makna iteratif, makna habituatif, dan makna repetitif.