Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effect of Rebozo Technique Complementary Therapy on Reducing the Intensity of Labor Pain in the First Active Phase Indah Ayu Nur Hasana; Dwinda Sari; Lilis Zuniawati; Sanamiatu Diniah
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.349

Abstract

The birth of the fetus, placenta, and membranes from the uterus through the birth canal is a labor process caused by uterine contractions, the effect of cervical dilatation (opening or thinning) of the cervix, and descent of the fetal head. The intensity of the pain depends on the strength of the contraction and the pressure that arises during the contraction. When the pain cannot be overcome, labor will last a long time and will cause many indications that endanger the lives of the mother and fetus. The aim of this study was to determine the effect of complementary therapy with the Rebozo technique on reducing the intensity of labor pain during the first active phase. This research used a quasi- experiment with a pre and post test one group control design with a sample size of 30 respondents. Data was collected through observation sheets which were then analyzed using the Wilcoxon test. The results of this study obtained a significant value of 0.000 < significant result of 5% (p-value = 0.000-0.05) so it can be concluded that H1 is accepted, which means there is an influence of the use of complementary therapy using the rebozo technique on reducing the level of labor pain in the first stage of the active phase.
Efektifitas Program PIK R terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di STIKes Salsabila Tahun 2019 Sandy Nurlaela Rachman; Ika Lustiani; Dwinda Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v2i2.39

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja merupakan isue penting yang selalu menjadi fokus perhatian dalam meningkatkan kesehatan reproduksi khusunya untuk mencegah kematian Ibu dan Bayi. Untuk merespon permasalahan-permasalahan remaja tersebut, sejak tahun 2001 BKKBN peduli terhadap permasalahan remaja. Kepedulian ini diwujudkan dengan pengembangan program generasi berencana (GenRe) melalui dengan pembentukan pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja (PIK-R). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Program PIK R terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di STIKes Salsabila Serang Tahun 2019. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design, Jumlah responden 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan cronbach alfa, uji normalitas, analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis diperoleh bahwa ada perbedaan yang dignifikan terhadap perubahan pengetahuan remaja sebelum dan setelah diberi penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan penyuluhan kesehatan reproduksi.
Gambaran Karakteristik Kejadian Anemia Pada Kehamilan Di PKM Cikande Tahun 2019 Henny Theresia Marbun; Dwinda Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v3i1.40

Abstract

Latarbelakang : Anemia dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan yang utama pada negara berkembang dengan tingkat kesakitan tinggi pada ibu hamil. Ibu hamil dengan anemia di Indonesia adalah 70% artinya dari 10 orang ibu hamil ada 7 orang yang menderita anemia dalam kehamilan. Menurut data Riset Kesehatan Dasar pada Tahun 2013, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37% mengalami peningkatan dari tahun 2007 sebanyak 24,5%. (Kemenkes RI, 2014). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik kejadian Anemia pada kehamilan di PKM Cikande tahun 2019 periode Januari sampai dengan Desember 2019”. Metode : Jenis penelitian ini bersifat metode deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian cross sectional merupakan salah satu design penelitian atau sebagai metodelogi penelitian sosial dengan melibatkan lebih dari satu kasus dalam sekali olah dan juga melibatkan beberapa variabel untuk melihat pola hubungannya. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan saat penelitian. Hasil penelitian : Data yang diperoleh pada kejadian anemia dalam kehamilan dengan hasil paling tinggi yaitu umur 20-35 tahun sebanyak 56 orang ibu hamil (62,2%) dan pada umur ?35 tahun sebanyak 30 orang ibu hamil (33,3%) yang mengalami anemia dalam kehamilan. Karakteristik kejadian anemia pada kehamilan terhadap distribusi frekuensi variabel paritas ditemukan 2-4x melahirkan sebanyak 58 orang ibu hamil (64,4%) mengalami anemia dalam kehamilan. Sedangkan pada paritas 1x melahirkan sebanyak 25 orang ibu hamil (27,8%) yang mengalami anemia dalam kehamilan. Karakteristik kejadian anemia pada kehamilan terhadap distribusi frekuensi variabel pekerjaan ditemukan pekerjaan IRT (ibu rumah tangga) sebanyak 77orang ibu hamil (85,5%) mengalami anemia dalam kehamilan. Sedangkan pada pekerjaan karyawan/buruh sebanyak 13 orang ibu hamil (14,5%) yang mengalami anemia dalam kehamilan. Karakteristik kejadian anemia pada kehamilan terhadap distribusi frekuensi variabel lila ditemukan lila ? 23,5 cm sebanyak 83 orang ibu hamil (92,2%) mengalami anemia dalam kehamilan. Sedangkan pada lila ? 23,5 cm sebanyak 7 orang ibu hamil (7.8%) yang mengalami anemia dalam kehamilan. karakteristik kejadian anemia pada kehamilan terhadap distribusi frekuensi variabel usia kehamilan ditemukan usia kehamilan 13 minggu – 28 minggu (trimester II) sebanyak 61 orang ibu hamil (67,8%) mengalami anemia dalam kehamilan. Sedangkan pada usia kehamilan 29 minggu – 40 minggu sebanyak 20 orang ibu hamil (22,2%) yang mengalami anemia dalam kehamilan. Kesimpulan dan Saran : Pada ibu hamil diharapkan memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan. Dan lebih baik lagi pemeriksaan kehamilan setiap bulan selama kehamilan. Dan bila ditemukan penyulit atau komplikasi dalam kehamilan bisa memeriksakan kehamilan setiap 2 minggu sekali yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini penyulit dan komplikasi terhadap kehamilan ibu. Pada tenaga kesehatan diharapkan agar memberikan pelayanan kebidanan pada antenatal care dengan ANC Terpadu yaitu dengan 10 T. Pada fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kebidanan khususnya kesehatan ibu dan anak melalui diadakan kelas ibu hamil secara rutin, pemberian makan tambahan bagi ibu hamil yang terdeteksi KEK dan anemia dalam kehamilan, pemeriksaan laboratorium sederhana (hemoglobin, golongan darah, darah lengkap, urine protein, glukosa protein)
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Padarincang Tahun 2019 Sandy Nurlaela Rachman; Ika Lustiani; Dwinda Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v3i2.51

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Padarincang tahun 2019. Jenis penelitian ini korelatif kuantitatif menggunakan pendekatan Cross Sectional, menggunakan metode dokumentasi dan kuesioner baku sesuai catatan medis responden sehingga tidak di uji validitas dan reliabilitas. Penelitian dilakukan pada ibu hamil yang sedang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Padarincang dengan jumlah 55 responden. Variabel bebas meliputi usia ibu, jarak kehamilan, jumlah anak, dan status gizi, dan variabel terikat adalah kejadian anemia selama kehamilan, dengan menggunakan uji chi-square. 48% usia ibu hamil yang tidak berisiko, 50,9% jarak kehamilan tidak beresiko, terdapat 60 ibu hamil dengan paritas beresiko dan 72,2% yang tidak mengalami KEK. Diperoleh nilai p value = 0,242 (> 0,05), yang artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu hamil dengan kejadian anemia. Ada hubungan yang signifikan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, p- value = 0,001 (<0,05). Ada hubungan yang signifikan antara paritas dan kejadian anemia pada ibu hamil, p-value = 0,022 (< 0,05). ) Ada hubungan yang signifikan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia, p-value = 0,026 (< 0,05). Faktor yang paling dominan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Padarincang tahun 2019 adalah jarak kehamilan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Mastitis pada Ibu Post Partum yang Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Agung Kota Serang Tahun 2021 Ika Lustiani; Dwinda Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v4i2.67

Abstract

Penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian mastitis pada ibu post partum yang menyusui di wilayah kerja Puskesmas Banjar Agung Kota Serang tahun 2021. Metode penelitian bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu post partum yang menyusui sebanyak 325 ibu menyusui di Puskesmas Banjar Agung Kota Serang Tahun 2021 (Data Primer). Teknik sampling yang digunakan adalah tehnik Quota Sampling yaitu teknik yang dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quotum atau jatah. Data umur, pendidikan, paritas dan pekerjaan diperoleh dari wawancara dengan kuesioner. Analisis Bivariat dilakukan dengan Chi-Square. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara umur dengan Kejadian Mastitis pada ibu post partum yang menyusui. ada hubungan antara pendidikan dengan Kejadian Mastitis pada ibu post partum yang menyusui, ada hubungan antara paritas dengan Kejadian Mastitis pada ibu post partum yang menyusui, ada hubungan antara pekerjaan dengan Kejadian Mastitis pada ibu post partum yang menyusui.
Hubungan Target Keterampilan ANC dengan Nilai Ujian ANC pada Mahasiswa Semester V Jurusan D III Kebidanan Stikes Salsabila Serang T.A 2018/2019 Dwinda Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v2i1.84

Abstract

Latar Belakang : Keterampilan dalam melakukan ANC merupakan salah satu ketrampilan yang harus dikuasai oleh seorang bidan hal ini sesuai dengan tujuan salah satunya adalah untuk mempersiapkan ibu hamil sebaik-baiknya fisik dan mental, serta menyelamatkan ibu dan bayi dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan ibu saat post partum sehat dan normal. Untuk mendapatkan mutu lulusan diploma kebidanan yang berkualitas diharapkan lulusan kebidanan mampu memiliki tiga kemampuan utama yaitu, pengetahuan, sikap dan keterampilan. Adapun salah satu metode untuk menilai keterampilan ANC dengan menggunakan metode OSCE dan didokumentasikan menggunakan laporan manajemen varney. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan target keterampilan ANC dengan nilai ujian ANC pada mahasiswa semester V jurusan D III Kebidanan STIKes Salsabila Serang T.A 2018/2019. Penelitian ini menggunakan jenis studi korelasi dengan pendekatan retrospektif (Retrospectif Study). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan D III Kebidanan semester V yang telah ujian ANC danbmendapatkan target keterampilan berjumlah 108 mahasiswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengolahan data bivariat menggunakan Spearman Rank. Pencapaian target keterampilan rata-rata 39 target, yang paling banyak terdapat 11-20 mahasiswi mendapatkan target varney sebanyak 60-80 dan sisanya mendapatkan 81-100 laporan varney. Nilai ujian ANC sebagian besar adalah 75- 80 yaitu 67S orang 67%. Kesimpulan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara target ketrampilan ANC dengan nilai ujian ANC ( p =0,058;p) 0,05) (p = (0,05). Saran bagi mahasiswa jurusan D III Kebidanan agar dapat meningkatkan target keterampilan ANC dengan cara lebih banyak memberikan asuhan kebidanan ANC secara langsung dilahan praktek.
Hubungan Akseptor Keluarga Berencana Suntik “DMPA” dengan Kejadian Disfungsi Seksual Wanita di Puskesmas Ciwandan Fathiyati Fathiyati; Dwinda Sari; Lina Mardianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.93

Abstract

This article to analyze the relationship between the use of medrox progesterone acetate (DMPA) depot injectable contraceptives with the incidence of female sexual dysfunction at the Ciwandan Health Center in December 2021. This type of research is an analytical survey with a cross sectional design design. The population used in this study was family planning acceptors in the CiwandanHealth Center area. This research was conducted from August to December 2021 at the Puskesmas Ciwandan. The results shows that there is a significant relationship between DMPA contraceptive use and female sexual dysfunction at the Puskesmas CiwandanSerang Banten in 2021 with P-Value = 0.000 < 0.005. With a value of OR = 46,550, it can be concluded that Women who use DMPA contraception have a 46.5 times chance of experiencing sexual dysfunction compared to Women who do not use DMPA contraception. Tujuan artikel ini untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi suntik depot medrox progesterone acetate (DMPA) dengan kejadian disfungsi seksual wanita di Puskesmas Ciwandan Desember Tahun 2021 Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang ada di wilayah Puskesmas Ciwandan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustuas s/d Desember Tahun 2021 di Puskesmas Ciwandan. Hasil Penelitian menunjukan Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi DMPA dengan disfungsi seksual wanita Di Puskesmas CiwandanSerang Banten Tahun 2021 dengan P-Value = 0,000 < 0,005. Dengan nilai OR = 46,550, sehingga dapat disimpulkan bahwa Wanita yang menggunakan kontrasepsi DMPA memiliki peluang 46,5 kali untuk mengalami disfungsi seksual dibandingkan dengan Wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi DMPA.