Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Upaya Mewujudkan Kota Layak Huni di Kelurahan Bulusan Tembalang Semarang Santy Paulla Dewi; Nurini Nurini; Diah Intan Kusumo Dewi; Grandy Lorenessa Wungo
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 2, April 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.46 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i2.648

Abstract

The increasing of population number influences waste generation so that it requires proper management to prevent the environmental problems. Waste management will determine the level of environment quality as well as the amenities. This is in accordance with the concept of a livable city, particularly related to the provision of urban facilities. Hence, it is necessary to have an understanding of the concept of a livable city as a form of the government's commitment to improving the quality of the environment and society. The community service team is from the Laboratory of Urban Design and Development, Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro that consist of four lecturers and two students disseminated the concept of a livable city in Bulusan Village through community-based waste management. This is done as an effort to reduce the volume of waste which requires an active role and community commitment. The purpose of this dissemination is to increase public understanding and ultimately realize the importance of playing a role in its implementation. The method used in this activity were identified potentions and problems on waste management, identified the community’s characteristics and analyzed existing waste management, that further arranged the waste management strategies in term of liveable city. The data collection process is carried out through interviews and field observations. The output of this community service is a community-based waste management strategy within the framework of the livable city concept based on lessons learned from best practices and relevant theories through the involvement of students, boarding house owners, and the community in waste sorting, the role of government in bridging with garbage collectors.
Pengembangan Bisnis Berkelanjutan Agrowisata Kembang Desa di Desa Dawung, Kabupaten Karanganyar Santy Paulla Dewi; Diah Intan Kusumo Dewi; Retno Widjajanti; Titik Ekowati; Alfian Nur Setiawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1413

Abstract

Desa Dawung merupakan salah satu desa di Kabupaten Karanganyar yang memiliki potensi wisata agro, yaitu wisata Kembang Desa. Namun, wisata ini kurang berkembang sehingga belum berkontribusi terhadap pendapatan desa. Disisi lain, kompetisi dalam pengembangan wisata cukup tinggi yang mengharuskan pemerintah desa perlu melakukan inovasi. Hal ini yang mendasari kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendampingi pemerintah desa dalam mengembangkan wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama enam bulan dimana pada tahap awal dilakukan pertemuan dengan Kepala Desa dan perangkat Desa Dawung untuk mendiskusikan teknis kegiatan pengabdian dan potensi wisata yang dimiliki. Selanjutnya dilakukan penyusunan rencana bisnis pengembangan Kembang Desa yang hasilnya dipaparkan dan mendapat masukan dari perangkat desa, bumdes, dan kepala dusun terkait. Output dari pengabdian masyarakat berupa kerangka logis pengembangan wisata, tahapan pembangunan wisata, dan masterplan telah disetujui oleh semua pemangku kepentingan yang terkait. Hal ini tercermin dari kegiatan sosialisasi, bimbingan dan praktik, serta finalisasi yang selalu dihadiri oleh pemerintah desa, pokdarwis, dan bumdes. Kesimpuan dari kegiatan pengabdian ini adalah rencana bisnis pengembangan Kembang Desa telah dipahami oleh semua pihak yang terkait, dimana implementasi pengembangan integrated agro-edu tourism ini dilaksanakan secara bertahap yaitu program jangka pendek, menengah, dan panjang.