Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SABUT KELAPA SEBAGAI MATERIAL SERAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON Hermansyah Hermansyah; Muhammad Reza Sachroudi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.10997

Abstract

Karakteristik dari beton adalah memiliki ketahanan terhadap kuat tekan, namun memiliki kelemahan terhadap kuat tarik dan kuat lentur. Sehingga perlu adanya inovasi yang dapat diterapkan pada campuran beton seperti dengan menambahkan bahan serat yang organik, salah satunya dengan menambahkan campuran sabut kelapa ke dalam campuran beton untuk berinovasi dan mengetahui kekuatan dari beton yang dikombinasi dengan sabut kelapa yang merupakan bahan-bahan organik. Selain itu penambahan sabut kelapa juga diharapkan mampu menunda terjadinya keruntuhan yang terjadi secara tiba-tiba. Pada penelitian ini, penulis menambahkan campuran sabut kelapa dengan variasi panjang 4 cm dengan persentase sabut kelapa sebanyak 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9% dari berat beton normal di setiap masing-masing variasi ke dalam adukan beton segar. Bahan campuran tersebut kemudian diaplikasikan sebagai bahan tambah untuk mengetahui kuat tekan yang dihasilkan oleh beton. Penambahan sabut kelapa dengan persentase rendah diharapkan dapat mengisi rongga-rongga kecil yang ada pada beton, sehingga dapat menghasilkan nilai kuat tekan yang lebih baik lagi. Perhitungan perencanaan campuran beton menggunakan SNI 2834-2000 dengan kuat tekan rencana 35 MPa. Pembuatan benda uji silinder sebanyak 12 buah dengan ukuran 15x30cm menggunakan variasi sabut kelapa sebesar 0%,0,3%,0,6% dan 0,9% dengan setiap variasi terdiri dari 3 benda uji. Hasil dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa, nilai slump pada bahan tambah campuran beton dengan variasi campuran 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9% menghasilkan nilai slump sebesar 10 cm, 8 cm, 5,5 cm dan 2,5 cm. Dalam hal ini didapatkan nilai slump maksimum terdapat pada variasi 0% dan nilai slump minimum terdapat pada variasi 0,9%. Penggunaan serat sabut kelapa sebagai bahan tambah dengan variasi 0% (beton normal), 0,3%, 0,6% dan 0,9% menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 22,81 MPa, 17,35 MPa, 18,38 MPa dan 16,31 MPa. Dalam hal ini didapatkan nilai kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 0%.
ANALISIS DAN EVALUASI SALURAN DRAINASE PADA KAWASAN PERUMAHAN DESA KERATO KABUPATEN SUMBAWA Muhammad Reza Sachroudi; Weni Kasentari Putri; Baiq Ira Dwi Safitri; Fivin Wulandari; Elvina Damayanti
J-CENTAL Vol 1 No 1 (2023): Edisi 1
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerato merupakan salah satu desa dari 8 desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Unter Iwes, kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Kerato sering mengalami banjir akibat dari alih fungsi lahan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat, kapasitas system yang menurun dan aliran air yang meningkat pada musim hujan, sehingga terjadinya genangan pada daerah ini. Selain itu, karena kurangnya perhatian masyarakat sekitar terhadap saluran drainase yang ada sehingga saluran drainase pada daerah tersebut banyak terdapat sampah. Dari perhitungan saluran drainase didapatkan debit air dalam saluran Qs = 2,499 m3/det dan nilai debit aliran rencana sebesar Qr = 1.02 m3/det sehingga dapat disimpulkan Qr < Qs, jadi saluran drainase di Kerato dapat menampung debit air ketika musim hujan. Tindakan yang perlu dilakukan pada saat ini untuk mencegah terjadinya banjir/genangan di Kerato yaitu menjaga kebersihan sekitar dan membersihkan sedimen pada saluran agar tidak mempengaruhi kedalaman dari saluran tersebut.