Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DOMINASI PATRIARKI DALAM BENTUK KEKERASAN SIMBOLIK PADA TAYANGAN SINETRON ISTRI KEDUA Aryo Wibisono
Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jpsik.v7i1.7529

Abstract

Semiotika dapat berupa relasi tanda-tanda seperti dominasi patriarki yang berkaitan erat dengan kekerasaan simbolik. Dominasi patriarki pada dasarnya adalah kekuasaan pria. Patriarki menyebabkan ketimpangan dalam relasi antara pria dan wanita. Patriarki mengakibatkan posisi wanita selalu berada di bawah posisi pria, artinya patriarki dapat dijelaskan sebagai keadaan masyarakat yang menempatkan kedudukan dan posisi pria lebih tinggi daripada wanita dalam segala aspek kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Sedangkan, kekerasan simbolik merupakan kekerasan yang sangat halus, dapat mengundang persetujuan karena telah mendapat dukungan ataupun telah dianggap sebagai sesuatu yang sah oleh kelompok masyarakat tertentu karena, bentuknya sangat halus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda atau simbol dominasi patriarki dan kekerasan simbolik dengan menganalisis teori semiotika Roland Barthes terhadap wanita pada tayangan sinetron Istri Kedua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Peneliti melihat fenomena yang ada yaitu analisis dominasi patriarki menggunakan teknik analisis semiotika dari Roland Barthes. Hasil analisis semiotika Roland Barthes dominasi patriarki dalam bentuk kekerasan simbolik terhadap wanita pada tayangan sinetron Istri Kedua terdapat tiga tahap, antara lain tahap denotasi, konotasi, dan mitos. Tahap denotasi dapat dilihat secara langsung dari proses dialog antar pemeran. Tahap konotasi dapat dilihat dari penggambaran dominasi patriarki dalam bentuk kekerasan simbolik yang terjadi antar pemeran dengan melibatkan nilai-nilai kultural. Tahap mitos merupakan tahap lanjutan dari tahap konotasi dapat terlihat dari penilaian aspek-aspek patriarki yang ada dan diyakini oleh masyarakat. Hasil dari triangulasi teknik berdasarkan wawancara dapat disimpulkan bahwa dominasi patriarki dalam bentuk kekerasan simbolik pada tayangan sinetron Istri Kedua tersebut sesuai dengan fakta yang ada dimasyakat. Hal ini terbukti dalam setiap cuplikan adegan pada beberapa episode yang penulis perlihatkan sama dan sesuai seperti penjelasan yang dipaparkan juga oleh para narasumber.