Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kualitas Mikrobiologi Susu Pasteurisasi Anggia Martiana; Siti Balqis Huriyah
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2023): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v3i1.106

Abstract

Susu pasteurisasi merupakan salah satu produk olahan susu cair yang mengalami proses pemanasan di bawah titik didih. Susu pasteurisasi bersifat mudah rusak sehingga umur simpannya pendek. Mutu susu pasteurisasi ditentukan pada pemrosesan penangan dan pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroba susu pasteurisasi dengan melakukan pengujian jumlah Total Plate Count (TPC), E.coli dan Salmonella. Penlitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui perbandingan kualitas mikroba susu dengan standar nasional Indonesia. Hasil penelitian menujukan jumlah bakteri pada susu pasteurisasi dengan inkubasi 24 jam dan 48 jam, total plate count dan E.coli tidak sesuai dengan standar mutu SNI No.01-3951-1995 sedangkan pada jumlah salmonella sp sesuai standar mutu.
KUALITAS MIKROBIOLOGI, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK DAGING SAPI DARI PASAR TRADISIONAL SAMPAI KE KONSUMEN DI BOGOR Anggia Martiana; Willy Wijayanti
Jurnal BETAHPA Vol. 2 No. 2 Desember (2023): JURNAL BETAHPA (Besemah Teknologi Hasil Pertanian)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daging sapi segar dikenal sebagai bahan pangan yang bernilai gizi tinggi namun mempunyai sifat mudah rusak yang disebabkan oleh proses fisik, kimia, dan mikrobiologi. Daging sapi yang dijual di pasar seringkali terkontaminasi oleh bakteri, karena proses penyiapan daging di pasar kurang memperhatikan aspek sanitasi sehingga perlu dilakukan pengujian kualitas daging untuk mengetahui gambaran jumlah populasi mikroorganisme. Pengujian ini menggunakan daging sapi segar yang berasar dari Pasar Anyar Bogor, serta dari penjual sate dan Pasar Dramaga Bogor dengan berbagai waktu pembelian. Parameter yang diamati terdasarkan karakteristik kimia meliputi nilai pH dan aktivitas air (AW), karakteristik mikrobiologi meliputi Total Plate Count (TPC) dan pengujian e. coli, serta karakteristik organoleptik meliputi tekstur, warna, dan aroma. Hasil pengujian menunjukkan pada karakteristik kimia, nilai pH yang didapat berkisar antara 4,66 hingga 5,13, sedangan nilai AW yang didapat berkisar antara 0,832 hingga 0,894. Sedangkan untuk karakteristik mikrobiologi, pada TPC jumlah bakteri yang didapatkan berkisar antara 1.8 x 10-3 hingga TBUD, serta 7.4 x 107 hingga TBUD untuk jumlah e.coli. Hasil karakteristik organoleptik daging sapi yang berasal dari pasar Anyar pukul 02.00 dan 07.00 WIB termasuk dalam kategori mutu I dalam ketentuan SNI, sedangkan daging yang berasal dari pasar Dramaga pukul 08.00 WIB termasuk dalam kategori mutu III.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU PKK MELALUI PELATIHAN HIDROPONIK SEDERHANA DI KELURAHAN SUKABANGUN, KOTA PALEMBANG Inka Rizki Padya; Desta Ria Erika; Anggia Martiana
JURNAL NGABDIMAS Vol. 6 No. 02Desember (2023): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v6i02 Desember.197

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Sukabangun Kota Palembang ini bertujuan untuk mendorong kelompok ibu-ibu PKK dalam menggali potensi yang dimiliki secara baik untuk meningkatkan kesejahteraan dan sebagai usaha tamabahan bagi ibu-ibu yang hanya sebagai ibu rumah tangga saja melalui pelatihan dan pendampingan hidroponik sederhana. Tujuan dan target spesifik yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah (1) Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK Kelurahan Sukabangun dalam membantu mengurangi pengeluaran dalam keluarga, (2) Untuk memberikan pelatihan tentang hidroponik terutama untuk tanaman sayuran sehingga mampu menghasilkan sayuran yang siap di panen setiap saat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan empat tahaoan, yaitu 1) tahap persiapan dan perencanaan,, 2) tahap demontrasi/pelatihan, 3) tahap pemberian paket kit hiroponik, dan 4) tahap pendampingan. Pelatihan menanam hidroponik sederhana yang dilakukan meningkatkan minat yang tinggi pada Ibu-ibu PKK dan sangat tertarik sehingga terdapat peningkatan pengetahuan tentang hidroponik setelah dilakukan pelatihan.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Anggia Martiana; Inka Rizki Padya; Putri Pratiwi
NGABDIMAS Vol. 8 No. 01 Juni (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/haxh9k45

Abstract

Ketergantungan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dan berkepanjangan dalam usaha pertanian berdampak pada degredasi kualitas tanah, pengingkatan biaya produksi dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Diperlukan upaya strategis untuk meningkatakan kapasitas petani dan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dengan pelatihan pembuatan pupuk organik dari sumber daya lokal di Balai Penyuluhan Pertanian Lembah Dempo Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam dengan metode presentasi intreaktif dengan bantuan media power point, laptop dan proyektor dalam penyampaian materi pemanfaatan dan pembuatan pupuk organik. .Melalui pelatihan pembuatan pupuk organik diharapkan petani mendapatkan pengetahuan pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan murah dan mudah diaplikasikan pada tanaman. Dengan kegiatan ini peserta dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah lokal untuk pembuatan pupuk organik.. Penerapan pupuk organik dalam budidaya pertanian dapat meningkatkan kualitas tanah,, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menekan biaya produksi, dan mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui penguatan kapsitas sumber daya manusia di tingkat petani dan penyuluh.
PEMBUATAN BUBUK CABAI MERAH (BUCAMER) UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN CABAI DI KOTA PAGAR ALAM Inda Anggraini; Dedi Setiadi; Anggia Martiana
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.585

Abstract

This Community Partnership Program (PKM) activity aims to increase the capacity of farmer groups in processing red chilies into value-added products as an effort to overcome fluctuations in the price of fresh chilies in Pagar Alam City. The activity partner is the Sukamaju Farmer Group in Lubuk Buntak Village/Subdistrict, which faces major problems in the form of limited post-harvest processing skills, poor packaging quality, and suboptimal agricultural product marketing strategies. To address these issues, the PKM team provided solutions in the form of training on making red chili powder (BuCaMer), applying appropriate technology (drying equipment, grinders, and sealers), assistance with product packaging and label design, and training on digital marketing through social media and marketplaces. The implementation methods included field observations, demonstration-based training, intensive assistance, and evaluation through pre-tests 2,6 and post-tests 4,02. The results of the activities showed a significant improvement in the partners' skills in the production, packaging, and marketing of products. BuCaMer products were successfully produced with improved hygiene smooth texture, and longer shelf life. Product packaging became more attractive and informative, while the digital marketing capabilities of farmer group members improved through the practice of using social media as a promotional tool. Pretest and posttest evaluations showed a ±40% increase in participants' knowledge, confirming the effectiveness of the program.