Saini Saini
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Hukum Hak Asuh Anak Perspektif Maqāṣid Syarī’ah dalam Hukum Keluarga Islam Saini Saini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1427

Abstract

Fenomena meningkatnya sengketa hak asuh anak pasca perceraian dalam masyarakat Muslim Indonesia menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara norma hukum positif dan prinsip keadilan substantif dalam hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep hak asuh anak berdasarkan pendekatan maqāṣid syarī‘ah, khususnya prinsip ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-nasl, sebagai dasar reformulasi hukum keluarga yang lebih responsif terhadap perlindungan anak. Menggunakan metode library research, studi ini menganalisis konten dokumen klasik, seperti al-Muwāfaqāt karya Imam al-Syāṭibī dan kitab fikih mazhab Syafi‘i serta data sekunder dari jurnal ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid syarī‘ah menempatkan perlindungan jiwa dan keturunan anak sebagai tujuan utama yang wajib dijaga dalam penetapan hak asuh, namun hal ini belum terefleksikan secara memadai dalam sistem yuridis nasional. Pendekatan berbasis maqāṣid membuka ruang tafsir baru yang lebih etis, empatik, dan kontekstual terhadap kebutuhan anak. Kesimpulannya, hak asuh anak harus dikonstruksi sebagai hak anak, bukan sekadar hak orang tua, sehingga mendorong pergeseran paradigma dalam hukum keluarga Islam. Implikasinya, reformasi regulasi dan pedoman yurisprudensi sangat diperlukan untuk menjamin kemaslahatan anak dalam bingkai maqāṣid syarī‘ah
Rekonstruksi Hukum Hak Asuh Anak Perspektif Maqāṣid Syarī’ah dalam Hukum Keluarga Islam Saini Saini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1465

Abstract

Fenomena meningkatnya sengketa hak asuh anak pasca perceraian dalam masyarakat Muslim Indonesia menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara norma hukum positif dan prinsip keadilan substantif dalam hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep hak asuh anak berdasarkan pendekatan maqāṣid syarī‘ah, khususnya prinsip ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-nasl, sebagai dasar reformulasi hukum keluarga yang lebih responsif terhadap perlindungan anak. Menggunakan metode library research, studi ini menganalisis konten dokumen klasik, seperti al-Muwāfaqāt karya Imam al-Syāṭibī dan kitab fikih mazhab Syafi‘i serta data sekunder dari jurnal ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid syarī‘ah menempatkan perlindungan jiwa dan keturunan anak sebagai tujuan utama yang wajib dijaga dalam penetapan hak asuh, namun hal ini belum terefleksikan secara memadai dalam sistem yuridis nasional. Pendekatan berbasis maqāṣid membuka ruang tafsir baru yang lebih etis, empatik, dan kontekstual terhadap kebutuhan anak. Kesimpulannya, hak asuh anak harus dikonstruksi sebagai hak anak, bukan sekadar hak orang tua, sehingga mendorong pergeseran paradigma dalam hukum keluarga Islam. Implikasinya, reformasi regulasi dan pedoman yurisprudensi sangat diperlukan untuk menjamin kemaslahatan anak dalam bingkai maqāṣid syarī‘ah