Riswan Asmari
SD Negeri 3 Lemba

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SD Kurikulum 2013 di Kabupaten Soppeng Riswan Asmari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran PJOK SD Kurikulum 2013 di Kabupaten Soppeng. (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran PJOK SD Kurikulum 2013 di Kabupaten Soppeng. (3) mendeskripsikan penilaian pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran PJOK SD Kurikulum 2013 di Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sasaran dalam penelitian ini terdiri dari delapan sekolah yaitu (1) SDN 1 Lamappolowere Kec. Lalabata, (2) SDN 3 Lemba Kec. Lalabata, (3) SDN 4 Kalenrunge Kec. Lalabata, (4) SDN 6 Ujung Baru Kec. Lalabata, (5) SDN 7 Salotungo Kec. Lalabata, (6) SDN 14 Pangempange Kec. Lalabata, (7) SDN 15 Jolle Kec. Lalabata, (8) SDN 20 Totakka Kec. Lalabata. Data direduksi dan disimpulkan dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian ini adalah (1) guru sudah merencanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik akan tetapi belum sesuai dengan aturan, (2) Pelaksanaan pembelajaran guru-guru PJOK menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran meliputi mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan namun pelaksanaan masih kurang maksimal karena kurangnya pemahaman guru untuk mengembangkan pembelajaran. (3) Guru-guru PJOK menggunakan penilaian autentik dalam menilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan, namun dalam penilaian guru jarang menggunakan pedoman penskoran disebabkan masih kurangnya pemahaman guru tentang hal tersebut.