Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM KIMIA MELALUI METODE NETRALISASI, MULTI SOIL LAYERING DAN ULTRAFILTRASI Mahirullah; Afrianti S Lamuru; Hasni Hasni; Nurfiansyah Nurfiansyah; Suriadi Suriadi; Nangsih Sulastri Slamet
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.96

Abstract

Air limbah laboratorium kimia seringkali ditemukan memiliki sifat berbahaya seperti pH yang sangat rendah serta kekeruhan, total padatan, dan kandungan logam berat yang dapat membahayakan lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi awal pengolahan air limbah laboratorium kimia dengan kombinasi metode netralisasi, MSL dan UF, serta mengetahui efektivitasnya. Adapun hasil Analisa awal pada air limbah yang diperoleh yaitu pH sebesar 1,5; kekeruhan sebesar 133 NTU; total padatan terlarut (TDS) sebesar 22.970 ppm; total padatan tersuspensi (TSS) sebesar 2.704 ppm; dan konsentrasi Fe sebesar 761 ppm. Ketika menggunakan larutan basa (NaOH/KOH) untuk netralisasi, pH naik menjadi netral dan jumlah besi turun sebesar 92,49%. Namun, terjadi peningkatan TSS karena endapan terbentuk selama proses netralisasi. Penggunaan MSL mengurangi kekeruhan dan kadar besi masing-masing hingga 82,93% dan 98,79%,tetapi tidak menurunkan TDS/TSS secara memadai. Ketika MSL dikombinasikan dengan UF, peningkatan keseluruhan paling baik dengan pengurangan kekeruhan sebesar 82,48%; TDS sebesar 48,04%; TSS sebesar 4,88%; dan besi sebesar 99,87%. Dengan demikian, metode terintegrasi netralisasi, MSL dan UF mampu meningkatkan kualitas air limbah, meskipun diperlukan optimasi lanjutan untuk memenuhi baku mutu TDS dan TSS sebelum pembuangan ke lingkungan.
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR KOH PADA KUALITAS KARBON AKTIF DARI KULIT SINGKONG Mahirullah; Afrianti S. Lamuru; Rosalin; Suriadi; Nurfiansyah; Nangsih Sulastri Slamet; Hasni
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 8 No. 1 (2026): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v8i1.6780

Abstract

The aim of the research was to examine the effect of varying KOH concentrations on the properties of activated carbon produced from cassava peel waste. Cassava peel can produce activated carbon or charcoal as a result of the activation process using a physicochemical method utilizing chemical activators and chemical activation to obtain a high level of biomaterial composition and carbon content. Cassava peel charcoal will be soaked with a chemical activator (KOH) for 24 hours using different KOH concentrations, namely 1%, 2.5%, 5% and 10%. The properties of the activated carbon produced are determined by SNI No. 06-3730-1995. Tests will be carried out on iodine absorption capacity, water content and ash content as part of this characterization test. The results of this study indicate that the activated carbon produced from all treatments of KOH concentrations of 1%, 2.5%, 5% and 10% do not meet the SNI No. 16-3730-1995 standards for fixed carbon content (> 25%), volatile matter (< 65%) or iodine absorption capacity (< 750 mg / g). Activated carbon produced using 5% KOH had the best absorption capacity of 354.43 mg/g compared to the other three concentrations.