Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH DI LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI ANDI ALAUDDIN LABASO; Diah Hariyami
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 1 No. 1 (2021): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.015 KB) | DOI: 10.55114/siparstika.v1i1.264

Abstract

Pengolahan sampah di Kabupaten Banggai belum maksimal sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, sehingga perlu solusi penangan pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse dan recycle). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan di Kabupaten Banggai. Penelitian dilakukan sejak bulan Oktober – November tahun 2017 di Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai. Data yang digunakan berupa hasil wawancara dan questioner dari 50 kepala keluarga. Hasil kajian menunjukan bahwa adanya keterbatasan sarana dan prasarana serta belum efektif dan efisiennya pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat belum memahami nilai ekonomis dari hasil pengelolaan sampah.
EVALUASI POLA PERGERAKAN PENUMPANG DENGAN MODA TRANSPORTASI AIR Luwuk – Leme-Leme Di Pelabuhan Rakyat Luwuk DIAH HARIYAMI; Diah Indradewi
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.156 KB) | DOI: 10.55114/siparstika.v2i2.496

Abstract

Kabupaten Banggai merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, yang selain memiliki transportasi darat juga memiliki transportasi air (laut). Penelitian ini menggunakan 2 sumber data yaitu data sekunder yang diperoleh dari instansi – instansi terkait dan primer yang didapat melalui penyebaran kuisioner kepada penumpang dengan pengampilan sampel dilakukan secara acak berstrata (Stratiefied Random Sampling). Data- data tersebut kemudian dianalisa dengan metode analisis deskriftif Kuantitatif dan Chi Kuadrat (X2). Dari hasil analisa didapatkan bahwa pergerakan penumpang untuk trayek Luwuk – Leme Leme dengan karakteristik penumpang kapal motor berdasarkan kelompok umur 33,33% pelaku perjalanan berusia 21 – 30 tahun dan 45,45% pelaku perjalanan adalah umum (pedagang,wiraswasta,petani,buruh dan nelayan) serta 90,90% maksud perjalanan adalah social/urusan keluarga dan 87,88% responden mengatakan harga tiket sesuai dan tidak perlu melakukan penambahan kapal motor.
EVALUASI TINGKAT KEMACETAN LALU LINTAS BERDASARKAN PKJI 2023(Studi Kasus : Jalan Jendral Sudirman Dan Jalan Dr.Moh.Hatta Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai) DIAH HARIYAMI; DIAH INDRADEWI
SIPARSTIKA: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Vol. 5 No. 2 (2026): SIPARSTIKA : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55114/siparstika.v5i2.1383

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat mendorong meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi maupun umum yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, terutama di wilayah inti kota. Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan, untuk melaksanakan kewenangan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dalam mengatur transportasi. Menurut Sambuaga (2016), perkembangan kota sejalan dengan aktivitas penduduk, sehingga semakin beragam aktivitas masyarakat, semakin cepat pula pertumbuhan kota dan peningkatan beban lalu lintas. Faktor penyebab kemacetan meliputi parkir di badan jalan, ketidakdisiplinan angkutan umum, fasilitas lalu lintas yang kurang memadai, hingga perilaku pengguna jalan yang tidak tertib (Boediningsih, 2011, sebagaimana dikutip oleh Mustikarani 2016). Kondisi serupa terjadi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, di mana jumlah kendaraan terus meningkat berdasarkan data SAMSAT Wilayah V Banggai (2022–2024) dengan penambahan 18.290 unit kendaraan roda dua, 3.340 unit roda empat, dan 150 unit kendaraan berat. Ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr. Moh. Hatta menjadi titik rawan kemacetan akibat keterbatasan kapasitas jalan, sistem perlalulintasan, dan hambatan samping. Hasil penelitian menunjukkan kedua ruas jalan berada pada Tingkat Pelayanan C (0,45–0,75), dengan arus lalu lintas yang stabil namun kecepatan kendaraan dibatasi. Penyebab utama kemacetan adalah kapasitas jalan yang sempit, sistem lalu lintas dua arah dengan dua lajur, serta kendaraan keluar masuk yang menimbulkan gangguan arus.Solusi yang disarankan mencakup pemasangan marka dan rambu larangan parkir di badan jalan, penataan fasilitas menaikkan dan menurunkan penumpang, serta penerapan jalur khusus sesuai rambu agar lalu lintas lebih tertib.