Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Meningkatkan Soft Skill Siswa Di SMA Negeri 7 Medan Azril Khairuddin; M. Kasir; Usman Alhudawi
Aptana: Jurnal Ilmu & humaniora Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Aptana-Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan pedoman pendidikan saat ini dalam meningkatkan sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh siswa yang di dasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Pentingnya profil pelajar pancasila dalam meningkatkan soft skill siswa karna di masa saat ini dalam karakter, keterampilan berkomunikasi, disiplin siswa mulai menurun disebabkan oleh adanya modernisasi dari teknelogi seperti gadget, aplikasi sosial media serta budaya luar yang menjadi salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan profil pelajar pancasila di SMA Negeri 7 Medan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui implementasi profil pelajar pancasila dalam mengingkatkan soft skill siswa di SMA Negeri 7 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan dalam memilih informan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi profil pelajar pancasila dalam meningkatkan soft skill siswa sudah berjalan dalam pembelajaran di kelas pada Tahun ajaran baru ini ditahun 2023 melalui Kurikulum Merdeka. Salah satunya mengenalkan ke siswa tentang proyek dari profil pelajar pancasila sesuai dengan 6 profil yakni beriman bertawa pada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia,berkebhinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis dan kreatif. Kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan profil pelajar pancasila di SMA Negeri 7 medan siswa masih perlu pengenalan lebih dalam dari belajar program profil pelajar pancasila dengan menguasai dimensi yang pada profil pelajar pancasila seperti meningkatkan iman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang maha esa, berkhebhineka global, mandiri, bergotong-royong, bernalar kritis dan kreatif sehingga nantinya dapat menambah soft skill siswa dalam berkomunikasi, bertanggungjawab, mandiri dan kreatif. berdasarkan temuan dilapangan adalah siswa baru mengenal dan baru memulai kurikulum merdeka belajar dengan program profil pelajar pancasila sehingga harus mempelajari kembali tentang profil pelajar pancasila dan dapat lebih siap dalam melaksanakannya. Kata kunci: Profil Pelajar Pancasila, Soft Skill dan Siswa.
Peran Tiktok dalam Membentuk Kesadaran Politik Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Binjai terhadap Aksi Demonstrasi September 2025 Usman Alhudawi; Khalyshah Athaillah
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of social media has changed the way young people obtain and understand political information. TikTok, as a short video-based platform, has become one of the media widely used by students to access various public issues, including the September 2025 demonstrations. This study aims to analyze the role of TikTok in shaping the political awareness of 10th-grade students at SMA Negeri 3 Binjai regarding the demonstrations. The study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through in-depth interviews with students who actively use TikTok and follow information related to the demonstrations. The results show that TikTok plays a significant role in increasing students' knowledge about the background of the demonstrations, criticism of government policies, and the function of legislative institutions. Exposure to political content on TikTok also encourages the emergence of critical attitudes, social awareness, and empathy towards public issues. However, the presence of inaccurate and provocative information poses a challenge in developing students' political awareness. Therefore, strengthening digital literacy and political literacy is necessary so that students are able to filter and interpret information critically and responsibly.Keywords: TikTok, Political Awareness, DemonstrationsAbstrak: Perkembangan media sosial telah mengubah cara generasi muda memperoleh dan memahami informasi politik. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi salah satu media yang banyak digunakan siswa untuk mengakses berbagai isu publik, termasuk aksi demonstrasi September 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran TikTok dalam membentuk kesadaran politik siswa kelas X SMA Negeri 3 Binjai terhadap aksi demonstrasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap siswa yang aktif menggunakan TikTok dan mengikuti informasi terkait demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berperan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai latar belakang demonstrasi, kritik terhadap kebijakan pemerintah, serta fungsi lembaga legislatif. Paparan konten politik di TikTok juga mendorong munculnya sikap kritis, kepedulian sosial, dan empati terhadap isu-isu publik. Namun, keberadaan informasi yang tidak akurat dan bersifat provokatif menjadi tantangan dalam pembentukan kesadaran politik siswa. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan literasi politik diperlukan agar siswa mampu menyaring serta menafsirkan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.Kata Kunci: Tiktok, Kesadaran Politik, Demonstrasi