Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Higiene dan Sanitasi Penjamah Makanan Di Warung Makan Pasar Tradisional Adiwerna Kabupaten Tegal Dwi Utami Farkhati; Surahma Asti Mulasari; Sulistyawati Sulistyawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10596

Abstract

Kasus keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan di dunia dan Indonesia hingga sekarang ini. Higiene dan sanitasi makanan merupakan upaya pengendalian terhadap faktor makanan meliputi tempat, peralatan makanan, orang, dan bahan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan higiene dan sanitasi penjamah makanan di warung makan Pasar Tradisional Adiwerna Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian yaitu penjamah makanan di warung makan Pasar Tradisional Adiwerna Kabupaten Tegal dengan jumlah 39 penjamah makanan dari 34 warung makan. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pendidikan (p= 0,001), pengetahuan (0,002), sikap (p= 0,000) dengan higiene dan sanitasi penjamah makanan. Tidak ada hubungan umur (p= 0,257), masa kerja (p= 0,076), keikutsertaan pelatihan (p= 0,487) dengan higiene dan sanitasi penjamah makanan. Faktor yang paling berhubungan dengan higiene dan sanitasi penjamah makanan yaitu sikap (p= 0,037), sedangkan tingkat pendidikan (p= 0,158), masa kerja (0,328), dan pengetahuan (0,055) tidak ada hubungan dengan higiene dan sanitasi penjamah makanan. Simpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap mengenai higiene dan sanitasi penjamah makanan. Tidak ada hubungan antara umur, masa kerja, dan keikutsertaan pelatihan dengan higiene dan sanitasi penjamah makanan. Faktor yang paling berhubungan yaitu sikap mengenai higiene dan sanitasi penjamah makanan di warung makan Pasar Tradisional Adiwerna Kabupaten Tegal.
Makna dan Dampak Program Sekolah Lansia terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan: Literature Review Iin Nadzifah Hamid; Sitti Nur Djannah; Surahma Asti Mulasari
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i5.7714

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia merupakan fenomena global yang menandai perubahan besar dalam struktur demografi dunia. Di Indonesia, proporsi penduduk lansia sudah mencapai 11,93% dari total populasi. Fenomena ini tidak hanya menjadi tantangan demografis, tetapi juga berdampak pada aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi. Adanya program Sekolah Lansia mampu menjawab bahwa pendekatan promosi kesehatan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga sosial dan edukatif yang mampu menggabungkan pendekatan edukasi, sosial, dan partisipatif dalam membangun kesadaran lansia untuk menjalani gaya hidup sehat dan bermakna. mensintesis beberapa literatur yang membahas makna dan dampak Program Sekolah Lansia terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia. penelitian menggunakan literature review dengan pendekatan naratif pada artikel dan jurnal terpublikasi tahun 2017 - 2025 yang diakses pada portal Google Scholar, PubMed dan software Publish or Perish dengan mengadaptasi prinsip-prinsip dasar alur PRISMA. Analisis dari 9 artikel disebutkan bahwa pendidikan lansia bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pemberdayaan yang menumbuhkan self-efficacy, makna hidup, dan identitas sosial. Program Sekolah Lansia tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi kesehatan, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan dan penguatan nilai kemanusiaan yang meneguhkan makna hidup lansia. Program Sekolah Lansia memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup, kesehatan fisik dan mental, serta kesejahteraan sosial lansia.