Djung Lilya Wati
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN HIV/AIDS GOLONGAN REMAJA DI PUSKESMAS KECAMATAN GROGOL PETAMBURAN Kevin Neseldo Prandesta; Djung Lilya Wati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.21243

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah agen etiologi dari Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), dengan yang paling sering menyebabkan penyakit HIV di seluruh dunia adalah HIV-1. Penderita HIV juga rentan terhadap suatu infeksi yang dikenal dengan infeksi oportunistik (IO) dikarenakan pada penderita HIV sistem kekebalan tubuhnya melemah dan hal ini dimanfaatkan oleh organisme untuk menyerang tubuh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik orang dengan HIV/AIDS (ODHA) golongan remaja di Pusat  Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Grogol Petamburan. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi deskriptif. Kriteria inklusi data yang diambil adalah data rekam medis pasien ODHA yang berobat di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan yang berusia 15-24 tahun. Sebanyak 64 data ODHA berhasil didapatkan dengan gambaran sebagai berikut: ODHA didominasi oleh laki-laki (76.6%), sebagian besar ODHA ( 84.4%) belum menikah, serta trasnmisi penularan terbanyak adalah melalui seks anal beresiko (64.1%). Dari stadium HIV didapatkan sebanyak (78.1%) stadium 1, dengan CD4>200 (73.4%) , dan IO terbanyak Tuberculosis (53.8%), Pneumocystis pneumonia (15.38%), dan Kandidiasis (15.38%).  Berdasarkan domisili persebaran ODHA dalam Kecamatan Grogol Petaamburan terbanyak di Jelambar (32.4%) dan yang dari luar kecamatan terbanyak dari Cengkareng (29.6%). Dapat disimpulkan terkait stadium HIV yang rendah dan jarangnya IO yang muncul pada ODHA di penelitian ini sesuai dengan peran puskesmas sebagai fasyankes pertama dengan tingkat kesulitan kasus lebih rendah.