Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reinterpertasi Makna Kesejahteraan Dalam Perspektif Maqâshid Syarî’ah (Studi Kritis-Analitik Terhadap Pemikiran Jasser Auda) Muhsin Hariyanto; Popi Siti Ropiah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.146 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Jasser Auda mengenai konsep Maqâshid Syarî’ah, dalam kaitannya dengan kesejahteraan, dicantumkan pula biografi, dan karya-karyanya. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka, sifat penelitian ini adalah deskriptif analisis dan teknik analisis yang digunakan yaitu metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan sejauh mana perkembangan pemahaman mengenai makna kesejahteraan. Secara fundamental tidak ada perbedaan mendasar mengenai pemahaman konsep kesejahteraan, beragam konsep yang dikembangkan oleh para pemikir telah bertemu pada satu titik bahwa kesejahteraan tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan aspek moral dan etika. Namun, beragam penafsiran yang muncul setelahnya membuat makna kesejahteraan mengalami perluasan bahkan penyempitan makna. Jasser Auda yang merupakan pakar Maqâshid kontemporer ini pun mencoba mengembangkan konsep Maqâshidnya sebagai upaya merespon permasalahan saat ini salah satunya yaitu mengenai konsep kesejahteraan. Dalam mengembangkan konsepnya, ia bertolak dari para pendahulunya seperti Al-Syathibi, Al-Juwayni, Yusuf al-Qardhawi, dan lain-lain. Menafsirkan kembali makna kesejahteraan dengan menggunakan perspektif Maqâshid ini merupakan salah satu upaya agar makna kesejahteraan dapat dipahami secara lebih komprehensif. Upaya ini selaras dengan gagasan Jasser Auda mengenai konsep Maqâshidnya, Jasser Auda dalam gagasannya memiliki tujuan yang sama dengan para pemikir sebelumnya yaitu merespon permasalahan yang dihadapi umat manusia, hanya saja perbedaan mendasarnya terletak pada aspek implementasi, dalam hal ini Jasser Auda mengemukakan lima fitur di antaranya: pertama, watak kognitif system; kedua, kemenyeluruhan; ketiga, keterbukaan dan pembaruan diri; keempat, multidimensional; kelima, kebermaksudan. Kelima fitur tersebut ia kembangkan dengan menggunakan pendekatan sistem.
Analisis Implementasi Khiyar pada Bisnis E-Commerce dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus pada Toko Online Sale Stock Indonesia) Muhsin Hariyanto; Irma Khoiriyah
Syntax Idea 1395-1407
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i10.2585

Abstract

This research aimed to analyze the implementation of khiyar on e-commerce business in Sale Stock online store Indonesia. Khiyar is the right to decide for both sellers and buyers to proceed or cancel the sale and purchase agreement. This research was a field research using qualitative approach. The data were collected through participant observation in which the researcher was also involved and became part of the source of data. The data were also collected through interview and documentation. The interview was conducted to some customers who once returned the product to Sale Stock online store Indonesia and also to the customer service of Sale Stock Indonesia. Based on the research, it could be concluded that e-commerce business on Sale Stock online store Indonesia implemented khiyar, that were khiyar majlis, khiyar aib, khiyar syarat, khiyar sifat, khiyar ta’yin, khiyar ru’yah, and khiyar naqd.