Budi Yuwono
Faculty of Computer Science - Universitas Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INFORMATION TECHNOLOGY PLAN AS AN IT GOVERNANCE MATURITY DRIVER Budi Yuwono; Rein Nusa Triputra; Muhammad Nasri
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.411 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v5i1.262

Abstract

Having an information technology (IT) plan is a minimum baseline for optimal IT governance. But, creating a plan is only one problem, executing it poses even more challenging problems. In this research, we investigate the correlation between an organization’s IT plan and the organization’s IT governance maturity level. We show that, on one hand, executing an IT plan requires a certain IT governance maturity level, on the other hand, the experience of executing an IT plan drives the organization IT governance maturity level. We compare the situations in two government institutions and found indications that the organization with an ambitious IT plan has more mature IT governance than the other whose IT plan is relatively modest. The results suggest that an effective IT plan should include plans for the development of IT governance mechanisms relevant to the goals that the plan is intended to achieve, and the plan’s implementation schedule, also known as the IT roadmap, should take into consideration the growth of the IT governance mechanisms’ maturity levels. Memiliki rencana untuk teknologi informasi (TI) adalah base line untuk tata kelola TI yang optimal. Tapi, membuat rencana hanyalah satu masalah, melaksanakannya akan menciptakan masalah baru yang lebih menantang. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki korelasi antara rencana TI suatu organisasi dengan tingkat maturity tata kelola TI-nya. Kami menunjukkan bahwa, di satu sisi, untuk melaksanakan rencana TI memerlukan tingkat kematangan tata kelola TI tertentu, di sisi lain, pengalaman dalam menjalankan rencana TI mendorong organisasi dalam meningkatkan tata kelola TI. Kami membandingkan situasi di dua lembaga pemerintah dan menemukan indikasi bahwa organisasi dengan rencana TI yang ambisius memiliki tata kelola TI lebih matang dari organisasi yang rencana TI-nya relatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan TI yang efektif harus mencakup rencana untuk pengembangan mekanisme tata kelola TI yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai, dan jadwal pelaksanaan rencana atau roadmap TI, harus mempertimbangkan pertumbuhan tingkat mekanisme tata kelola TI.
MEASURING THE EFFECTIVENESS OF A SIMPLIFIED COBIT-BASED IT PROCESS MATURITY ASSESSMENT METHOD Budi Yuwono; Muhammad Nasri; Rein Nusa Triputra
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.628 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v5i1.263

Abstract

We propose a simplified method for measuring the maturity levels of an organization’s information technology (IT) processes that is based on IT Governance Institute’s COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) framework. The method is designed for quickly assessing an organization’s IT process maturity in situations where the availability of information for a more thorough assessment method is very limited. To investigate the accuracy of the proposed method, we evaluate the consistency between the result of the IT process maturity assessment of an organization and the conditions reported by the organization as impediment to the achievement of its IT goals. The underlying assumption is that a condition that is perceived by an organization as a problem will drive the organization to develop a process that can effectively deal with the condition. We show that there is good enough consistency to support the use of the proposed maturity assessment method. Kami mengusulkan sebuah metode sederhana untuk mengukur tingkat kematangan (maturity) dari proses teknologi informasi (TI) suatu organisasi yang didasarkan pada IT Governance Institute’s COBIT framework (Control Objectives for Information and Related Technology). Metode ini dirancang untuk melakukan penilaian dengan cepat dari tingkat kematangan proses TI suatu organisasi dalam situasi di mana ketersediaan informasi untuk metode penilaian yang lebih menyeluruh sangat terbatas. Untuk mengetahui ketepatan metode yang diusulkan, kami mengevaluasi konsistensi antara hasil penilaian kematangan proses TI dari suatu organisasi dan kondisi yang dilaporkan oleh organisasi sebagai rintangan bagi tercapainya tujuan IT. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa suatu kondisi yang dirasakan oleh organisasi sebagai masalah akan mendorong organisasi untuk mengembangkan sebuah proses yang dapat secara efektif menangani kondisi tersebut. Kami menunjukkan bahwa ada konsistensi yang cukup baik untuk mendukung penggunaan metode penilaian kematangan yang diusulkan.
METODE PERANCANGAN STRUKTUR FUNGSI DAN PERAN TATA KELOLA DATA BERBASIS COBIT Budi Yuwono; Aditya Arinanda
Jurnal Sistem Informasi Vol. 6 No. 2 (2010): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.806 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v6i2.288

Abstract

Tulisan ini mengusulkan suatu metode untuk merancang struktur fungsi dan peran tata kelola data suatu organisasi. Metode ini berorientasi pada permasalahan, yaitu menyusun rancangan struktur berangkat dari permasalahan yang dihadapi organisasi dan memperhatikan unit-unit kerja organisasi yang ada saat ini. Tulisan ini menguraikan penerapan metode ini dalam merancang kerangka kerja tata kelola data untuk meningkatkan dan menjaga kualitas data suatu organisasi. Dari permasalahan kualitas data yang dihadapi, diidentifikasi artifak tata kelola – seperti ketentuan, standar, arsitektur – yang dibutuhkan untuk mengendalikan permasalahan-permasalahan tersebut; diidentifikasi aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan dan mengelola artifak tersebut; diidentifikasi peran dan fungsi yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas tersebut; dan akhirnya menata peran-peran tersebut dalam suatu struktur organisasi. Tulisan ini menunjukkan bahwa struktur yang dihasilkan setara dengan struktur yang disusun berdasarkan kerangka-kerangka kerja teoritis, dengan kelebihan adanya spesifikasi tentang siapa yang layak memegang peran dalam struktur tersebut dan apa tanggung jawabnya. This paper proposes a method for designing the function structure and of the role of an organization's data governance. The method is oriented to the problem, by arranging the structure of a draft set of issues faced by the organization and showing to organizational work units that exist today. This paper describes the application of this method in designing a data governance framework to improve and maintain the quality of organization's data. From data quality problems, we identified governance artifacts - such as regulations, standards, architecture – that is needed to control these problems; identified the activities required to generate and manage these artifacts; identified the roles and functions involved in activities these, and finally organize these roles in an organizational structure. This paper shows that the resulting structure is equivalent to a structure based on theoretical frameworks, with an excess of the specification of who should play a role in the structure and what are the responsibilities.
MENGUKUR KORELASI ANTARA TINGKAT KEMAPANAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN Budi Yuwono; Annas Vijaya
Jurnal Sistem Informasi Vol. 7 No. 1 (2011): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.485 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v7i1.292

Abstract

Banyak literatur yang memaparkan manfaat penyelarasan antara Strategi Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI) dengan strategi bisnis bagi keberhasilan organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi antara tingkat kemapanan suatu perusahaan dalam menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnisnya dan produktivitas perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus tunggal pada perusahaan perdagangan barang dan jasa teknologi informasi. Model yang digunakan dalam menilai tingkat kemapanan penyelarasan strategi SI/TI terhadap strategi bisnis adalah model tingkat kemapanan menurut kerangka kerja Control Objective for Information and Related Technology (COBIT). Ukuran produktivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Factor Productivity (TFP). Melalui pengujian statistik non-parametrik dengan koefisien korelasi peringkat Spearman, tidak ditemukan korelasi positif antara tingkat kemapanan perusahaan dalam menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnisnya dan produktivitas perusahaan. Sebagai kesimpulannya, dampak tingkat kemapanan penyelarasan strategi SI/TI melalui tata kelola TI terhadap produktivitas suatu organisasi tidak selalu dapat diukur dengan membandingkan keduanya dalam periode tahun yang sama. Much of the literature describing the benefits of alignment between Strategy Information Systems/Information Technology (IS/IT) with business strategy for the success of the organization. The study was conducted to see the correlation between the level of reliability of a company's strategy in aligning IS/IT with business strategy and company productivity. The research was conducted through a single case study on trade in goods and services enterprise information technology. The model used in assessing the reliability of the alignment of strategy IS/IT to business strategy is a model framework for the establishment by the Control Objective for Information and Related Technology (COBIT). Productivity measures used in this study is Total Factor Productivity (TFP). Through the non-parametric statistical tests with Spearman rank correlation coefficient, was not found a positive correlation between the level of maturity in aligning corporate strategy IS/IT with business strategy and corporate productivity. In conclusion, the impact of strategic alignment maturity level of IS/IT through IT governance on the productivity of an organization can not always be measured by comparing the two in the same period.