ulliana ulliana
Akademi Kesehatan Gigi Ditkesad

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Buah Strawberry (Fragaria Chiloensis L) sebagai Alternatif Pemutihan Gigi Gita Jelita; Rifa Fauziah Syaifia Putri; ulliana ulliana; Vera Dumonda Silitonga; Yuli Puspitawati; Aditya Nurrochman
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 3 (2023): Jurnal Farmasetis: Agustus 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v12i3.924

Abstract

Perubahan warna pada gigi berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Penyebab utamanya adalah faktor ekstrinsik dan intrinsik. Ekstrinsik merupakan kromogen yang biasa ditemukan pada kopi, teh, tembakau dan plak pada permukaan gigi. Sedangkan intrinsik, misalnya faktor sistemik, metabolisme, genetika, dan lokal. Upaya yang dilakukan adalah pemutihan gigi dengan tindakan dental bleaching, namun akan menimbulkan dampak negatif, maka sebagai pengganti menggunakan bahan herbal yaitu buah strawberry yang memiliki ellagic acid dan malic acid yang bisa memutihkan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan strawberry terhadap pemutihan gigi. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 sampel, 14 sampel dari kelas VII, 13 sampel dari kelas VIII, 10 sampel dari kelas XI dan diambil secara Stratified Random Sampling. Pengukuran perubahan warna pada gigi di observasi sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada bagian gigi anterior rahang atas dan rahang bawah responden menggunakan alat shade guide. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro Wilk dan uji Wilcoxon untuk menguji data berpasangan. Hasil penelitian diperoleh hasil uji statistik yang menunjukan bahwa strawberry berpengaruh terhadap pemutihan gigi, dimana nilai p-value 0,046 (<0,05), artinya Ho ditolak, dimana kesimpulan adanya pengaruh strawberry terhadap pemutihan gigi.
PENGARUH BENGKOANG TERHADAP PERUBAHAN SALIVA RONGGA MULUT Ulliana Ulliana; Shinta Wijayanti S; Baby Prabowo Setyawati; Winarno Winarno
Jurnal Terapi Gigi dan Mulut Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Terapi Gigi dan Mulut
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jtgm.v1i2.915

Abstract

Saliva is a complex fluid in maintaining healthy teeth and mouth. One of the ingredients based on local wisdom that can be used as a natural cleanser from plaque and debris on teeth is Jicama. Jicama has a very large content of water and fiber, Chewing Jicama can stimulate and increase salivation. This study aims to determine the effect of Jicama on changes saliva in the oral cavity.The type of research used is Quasi-Experimental using pre and post design with non control group design. The population of this study is all level II students of AKG Puskesad. The total sampling was 36 respondents. Data analysis using the Wilcoxon and Kruskal Wallis Tests.The results of the results of the analysis test of this study showed that the average pH value of saliva before and after chewing Jicama decreased with a value of 18.90 to 16.50 (p-value = 0.001), a saliva viscosity value of 18.00 to 0.00 (p-value = 0.001) and a buffer capacity value increased from a value of 12.00 to 12.55 (p-value = 0.001). The correlation test between saliva Ph and saliva viscosity obtained a value of r = 0.526 (p-value = 0.001). The Effect of Jicama on Changes in pH, Viscosity and Saliva buffer capacity.
Pengaruh Ektrak Daun Kayu Putih (Melaleuca Leucadendra) terhadap Daya Hambat Bakteri Karies Gigi di Panti Sosial Lansia Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng Jakarta (Studi In Vitro pada Konsentrasi 5%, 10%, 15%, 30%, 70% Dan 95%) Silvia Sulistiani; Ulliana Ulliana; Indah Olsa Afidah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.20369

Abstract

ABSTRACT Dental caries is one of the most common dental health problems, especially among the elderly, caused by the activity of caries bacteria which produce acids that damage tooth enamel. This study aimed to examine the inhibitory effect of eucalyptus leaf extract (Melaleuca leucadendra) on the growth of bacteria that cause dental caries. A Quasi-experimental method with a Pre-post test control group design. The sample used was Streptococcus mutans bacteria obtained from dental plaque of elderly residents at the Harapan Sentosa 1 Social Institution in Cengkareng. The antibacterial activity was tested using the disc diffusion method with various concentrations of eucalyptus leaf extract (5%, 10%, 15%, 30%, 70%, and 95%). The inhibition zones formed were measured to determine the antibacterial effectiveness of the extract. Eucalyptus leaf extract has an inhibitory effect on the growth of caries bactery, with moderate to very strong inhibition categories depending on the extract concentration. The 70% concentrations showed the largest inhibition zones compared to other concentrations. The Wilcoxon test showed a significant difference (p0.05) between before and after in various concentrations of the extract in inhibiting bacterial growth.Conclusion :  Eucalyptus leaf extract has effective in inhibiting the growth of caries-causing bacteria in the elderly, especially at higher concentrations. This study is expected to serve as a basis for the development of natural products for the prevention of dental caries in the elderly. Keywords: Eucalyptus Leaf Extract, Dental Caries, Antibacterial Activity, Elderly ABSTRAK Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang umum terjadi, terutama pada lansia, akibat aktivitas bakteri karies yang menghasilkan asam dan merusak enamel gigi. Untuk menguji daya hambat ekstrak daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) terhadap pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi. Penelitin Quasi-experiment dengan desain Pre-post test control group design. Sampel yang digunakan adalah bakteri Streptococcus mutans yang diperoleh dari plak gigi lansia di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng. Uji daya hambat dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan berbagai konsentrasi ekstrak daun kayu putih (5%, 10%, 15%, 30%, 70%, dan 95%). Zona hambat yang terbentuk diukur untuk menentukan efektivitas antibakteri ekstrak tersebut. Ekstrak daun kayu putih memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri karies, dengan kategori daya hambat sedang hingga kategori kuat, tergantung pada konsentrasi ekstrak yang digunakan. Konsentrasi 70% menunjukkan zona hambat terbesar dibandingkan konsentrasi lainnya. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p0,05) antara sebelum dan sesudah dalam berbagai konsentrasi ekstrak dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak daun kayu putih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi pada lansia, terutama pada konsentrasi 70%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan produk alami untuk pencegahan karies gigi pada lansia. Kata Kunci : Ekstrak Daun Kayu Putih, Streptococcus Mutans, Karies Gigi, Daya Hambat, Lansia