Premenstrual Syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang biasanya terjadi pada wanita pada fase luteal siklus menstruasi, biasanya berlangsung 7-14 hari sebelum menstruasi. Sebagian besar wanita usia subur mengalami beberapa gejala menstruasi. Premenstrual syndrome ditandai dengan gejala fisik, emosional dan perilaku yang secara signifikan mempengaruhi kehidupan sehari-hari seorang wanita, termasuk pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang terjadi selama fase luteal dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah menstruasi. Aromaterapi merupakan salah satu cara nonfarmakologi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Aromaterapi dapat menurunkan tingkat kecemasan, stres, mual, muntah dan nyeri. Menurut berbagai penelitian, minyak aromaterapi baik dari berbagai jenis bunga dan kayu berkhasiat dalam pengobatan dan psikoterapeutik. Minyak esensial kenanga memiliki sifat terapeutik sebagai antidepresan dan diindikasikan untuk kecemasan, frustrasi, ketegangan saraf. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi kenanga terhadap tingkat keparahan PMS. Penelitian ini merupakan quasy eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling, dengan menggunakan kuesioner The Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk mengetahui adanya gejala-gejala PMS. Sampel penelitian sebanyak 38 orang mahasiswi Kebidanan Unsika Angkatan 2019-2020. Hasil uji Paired T-Test diperoleh p-value = 0,00 (< 0,05), bahwa ada perubahan tingkat keparahan PMS setelah diberikan aromaterapi kenanga, yang artinya ada pengaruh aromaterapi kenanga terhadap penurunan tingkat keparahan PMS.