Ellys Simanjuntak
SMPN Kecamatan Gunung Meriah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Di Kelas VII SMPN Kecamatan Gunung Meriah Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 Ellys Simanjuntak
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 3 Nomor 2 April 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cjerss.v3i2.1398

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMPN Kecamatan Gunung Meriah. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dimana penelitian ini berupa memaparkan upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan volume bangun ruang di kelas VII SMPN Kecamatan Gunung Meriah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi volume bangun ruangdi kelas VII SMPN Kecamatan Gunung Meriah T.A 2014/2015. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII SD 106178 Desa Baru Kec. Batang Kuis yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari 12 orang laki-lakidan perempuan 18 0rang. Dilakukan dalam dua kali siklus dimana dalam setiap siklus ada dua pertemuan. Dalam seteiap siklus dilakukan dalam 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan tes dan observasi. Berasarkan penelitian yang dilaksanakan diperoleh tes awal nilai rata-rata hasil belajar siswa 49,83. Dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 4 orang (13,33%) dan yang belum tuntas 26 orang (86,67%). Pada siklus I peningkatan nilai siswa secara klasikal diketahui bahwa nilai rata-rata belajar 64,33. Siswa tuntas sebanyak 16 orang dengan demikian dapat diketahui persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal yaitu 53,33 % dan persentase belum tuntas 14 orang siswa (46,67%). Ini menunjukkan adanya selisih persentase ketuntasan antara belajar siswa tes awal dengan siklus I adalah 40%. Siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar 28 orang (93,33%) dan yang belum tuntas 2 orang (6,67%). Dengan nilai rata-rata 76,83. Dan menunjukkan adanya selisih persentase ketuntasan belajar siswa antara siklus I dan siklus II adalah 40 %. Kategori peningkatan secara klasikal baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari 30 orang peserta didik dapat dilihat peningkatan ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperaatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN Kecamatan Gunung Meriah. Disarankan kepada guru agar menyesuaikan metode atau model yang digunakan dalam menyajikan materi agar dapat meningkatkan minat belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa pada setiap ateri pelajaran.
Penggunaan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Pelajaran Matematika Kelas IX SMPN Kecamatan Gunung Meriah Semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 Ellys Simanjuntak
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 2 No 1 Januari 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dalam faktorisasi suku aljabar di Kelas IX SMPN Kecamatan Gunung Meriah Tahun Pelajaran 2021/2022. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah dengan penerapan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika pada Faktorisasi Suku Aljabar di Kelas IX SMPN Kecamatan Gunung Meriah Tahun Pelajaran 2021/2022 ? Subjek dalam penelitian ini siswa Kelas IX di SMP Negeri 1 Batang Kuis Tahun ajartan 2021/2022 dengan jumlah 32 siswa. Penentuan subjek diperoleh berdasarkan hasil pengamatan terhadap kelas yang akan diteliti dan berdsarkan hasil hasil rujukan dari kepala sekolah. Pelaksanaan PTK dilakukan selama 2 bulan mulai bulan September sampai Oktober . tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes yang terdiri dari pretes, posttest I, dan post test II. Tehnik analisis yang akan dipakai yaitu dengan mengetahui persentase tingkat keberhasilan siswa. Hasil penelitian pada saat test awal diperoleh nilai rata-rata sebesar 50,00 dan meningkat menjadi 67,91 pada siklus I dan kembali meningkatkan menjadi 87,5 pada saat test siklus II. Sebelum diberikan tindakan, pengetahuan awal tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa secara klasikal adalah sebesar 29,16% dan tingkat ketercapaian test pada siklus I dmencapai 62,5% yang berarti secara klasikal siswa belum mencapai ketuntasan dalam faktorisasi suku aljabar dengan menggunakan metode pemecahan masalah, selanjutnya dari hasil test pada siklus II sebagai bentuk perbaikan siklus I diperoleh tingkat keberhasilan siswa 91,66% dan telah memenuhi nilai yang telah ditetapkan dan mencapai apa yang diharapkan. Denagan kata lain, setelah dilakukan siklus II, siswa secara klasikal, sudah mencapai keberhasilan faktorisasi suku aljabar dengan menggunakan metode pemecahan masalah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengguanan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam faktorisasi suku aljabar dapat pada pelajaran matematika di Kelas IX SMPN Kecamatan Gunung Meriah.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Pendekatan Kontestual Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas VIII SMPN Kecamatan Gunung Meriah Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022 Ellys Simanjuntak
Ability: Journal of Education and Social Analysis Volume 2 No 4 Oktober 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jesa.v2i4.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar siswa pada pelajaran Matematika di Kelas VIII SMPN Kecamatan Gunung Meriah Tahun Ajaran 2021/2022 dan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan Pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika. Dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMPN Kecamatan Gunung Meriah yang berjumlah 35 siswa yang terdiri dari 21 siswa putra dan 14 siswa putri. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpul data berupa hasil belajar siswa dan observasi. Observasi dilakukan oleh observer yaitu guru Kelas VIII SMPN Kecamatan Gunung Meriah. Hasil belajar dan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual dari 35 siswa pada kondisi awal diperoleh nilai rata-rata 36,14, PKK (17,14%) tergolong sangat rendah yang tuntas 6 siswa dan 29 siswa yang tidak tuntas, pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 69,14, PKK (62,86%) tergolong tinggi yang tuntas 22 siswa dantidak tuntas 13 siswa. Dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 85,00, PKK 94,29% tergolong sangat tinggi hanya 2 siswa yang tidak tuntas. Pada observasi yang dilakukan pengamat pada proses pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual diperoleh dari siklus I dan II antusias dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran matematika yaitu pada siklus I masih cukup dengan persentase 65,90% dan pada siklus II dengan persentase 81,81% menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika di Kelas VIII SMPN Kecamatan Gunung Meriah. Untuk itu melalui hasil penelitian ini hendaknya guru dalam mengajar perlu menggunakan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa dalam belajar.