Pelaku perjalanan asal Palangka Raya – Pangkalan Bun dihadapkan pada pemilihan alternatif moda yaitu angkutan travel dan bus. Angkutan travel dan bus mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuat masyarakat lebih cenderung memilih angkutan mana yang akan digunakan oleh mereka untuk bepergian yang dilihat dari segi tarif, durasi, kenyamanan, keamanan, dan sebagainya. Data penelitian yang digunakan adalah data primer berupa data karakteristik dan data pemilihan moda serta data sekunder beryupa data jumlah penduduk. Dalam melakukan proses analisisnya terdiri dari analisis statistik deskriptif dan model logit binomial. Pada tahap analisis model logit bimonial dilakukan dulu metode Stated Preference untuk mendapatkan ketiga atribut yaitu atribut harga tiket, waktu tempuh dan frekuensi keberangkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik kinerja angkutan umum travel rute Palangka Raya – Pangkalan Bun melayani keberangkatan dari Palangka Raya – Pangkalan Bun pada pukul 09.00 WIB, 11.00, 13.00 WIB, 15.00 WIB, 20.00 WIB dengan tarif untuk travel Rp. 300.000 dan waktu tempuh 9 jam. Untuk bus melayani keberangkatan dari Palangka Raya – Pangkalan Bun pada pukul 08.00 WIB, 15.00 WIB, 19.00 WIB dengan tarif untuk travel Rp. 200.000 dan waktu tempuh 10 jam . Berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan penumpang rute Palangka Raya – Pangkalan Bun mayoritas berusia 20 – 40 tahun dengan jenis kelamin laki-laki yang mempunyai pekerjaan swasta dan telah menempuh pendidikan terakhir yaitu SMA. Pengeluaran untuk transportasi per bulan Rp. 100.000 – Rp. 200.000 dengan pendapatan lebih dari Rp. 3.000.000 dan memilih moda berdasarkan pertimbangan logis seperti pertimbangan biaya yang mampu dikeluarkan dan pertimbangan waktu perjalanan yang dibutuhkan. Moda yang diperkirakan dominan atau yang sering digunakan dalam pengangkutan tujuan rute Palangka Raya – Pangkalan Bun adalah moda transportasi travel dengan 52%. Kata Kunci: Pemodelan, Moda Angkutan, Stated Preference.