Sofyan Sofyan
Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh ukuran pori filter pada penyaringan ekstrak daun gambir dan lama pemanasan terhadap hasil sediaan pewarna tekstil serta aplikasinya dalam mewarnai kain katun F. Failisnur; Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v13i1.8101.51-56

Abstract

Pemanfaatan pewarna alam dalam mewarnai tekstil memerlukan beberapa tahapan proses yang cukup panjang sehingga menjadi kelemahannya dibandingkan pewarna sintetis yang langsung siap pakai.  Pengembangan gambir dalam bentuk pewarna siap pakai mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Pembuatan pewarna dari ekstrak daun gambir dilakukan melalui variasi perlakuan ukuran pori filter saat penyaringan (100, 200, 400 mesh) dan lama pemanasan (10, 30, 50 menit). Pewarna yang diperoleh memiliki rendemen, pH dan kadar tanin rata-rata 95,88%; 3,56; dan 20,89%. Setelah diaplikasikan untuk mewarnai kain katun diperoleh hasil optimal pada perlakuan ukuran pori filter 400 mesh dengan lama pemanasan 30 menit. Dari hasil pengujian diperoleh intensitas warna kain yang diwarnai adalah  10,9184, arah warna hijau kehitaman (L*, a*, b* berturut-turut 35,04; 4,60 dan 13,74). Pengujian ketahanan luntur warna pada pencucian dengan perubahan warna bernilai kurang sampai cukup (2-3), penodaan warna perhadap kain lain bernilai baik sampai sangat baik (4-5), dan terhadap gosokan dan sinar matahari bernilai baik sampai sangat baik (4 - 5).
Asam sitrat sebagai pemodifikasi biosorben kulit pisang kepok (Musa balbisiana Colla) untuk meningkatan daya serap ion logam Cd2+ Chessia Nodifa Putri; Rahmiana Zein; Deswati Deswati; Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v13i2.8412.169-177

Abstract

Limbah menjadi hal yang sangat penting, karena jika tidak diolah dengan baik maka akan berdampak buruk bagi perairan dan lingkungan. Logam kadmium (Cd) merupakan logam berat yang berasal dari industri tambang dan industri permesinan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan metode biosorpsi yaitu penyerapan logam dengan menggunakan bahan alam (non living cell). Biosorben yang digunakan adalah Kulit Pisang Kepok dan dimodifikasi dengan Asam Sitrat untuk meningkatkan kapasitas daya serap terhadap ion logam Cd2+. Kondisi optimum serapan yang didapatkan dari kulit pisang kepok yaitu pH 6, konsentrasi 250 mg/L, waktu kontak 75 menit, dan kecepatan pengadukan 100 rpm dengan kapasitas adosrpsi 13,025 mg/g, dan untuk optimum serapan dari kulit pisang kepok yang dimodifikasi dengan asam sitrat yaitu pH 6, konsentrasi 400 mg/L, waktu kontak 60 menit, dan kecepatan pengadukan 200 rpm dengan kapasitas adsorpsi 37,756 mg/g. Intrumen yang digunakan untuk melihat pengaruh yang terjadi yaitu Fourier Transform Infra-Red (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX).