Penelitian ini bertujuan untuk: a. mengetahui dan menganalisis bagaimana konteks pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi covid-19 di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru, b. mengetahui apa input pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru, c. mengetahui dan menganalisis bagaimana proses dalam pelakasanaan pembelajaran selama masa pandemi di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru, dan d. mengetahui apa produk dari pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan wawancara, dan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a. evaluasi konteks, di SMP IT Imam Syafi’i menerapkan 3 model pembelajaran yaitu pembelajaran daring, hybrid learning, dan pembelajaran tatap muka terbatas. b. evaluasi input, semua struktur organisasi di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru terlibat dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19 mulai dari yayasan, semua warga sekolah dan wali murid, sekolah memberikan kuota internet untuk guru dan siswa saat belajar daring. Sekolah juga menyediakan peralatan protokol kesehatan untuk guru dan semua peserta didik pada proses pembelajaran tatap muka terbatas. c. evaluasi proses, di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru pembelajaran daring berlangsung dari tanggal 16 Maret 2020 - Februari 2021, pembelajaran hybrid learning hanya berlangsung beberapa bulan saja dari bulan Maret - Juni 2021 dan pembelajaran tatap muka terbatas di mulai pada Juli 2021 - Juni 2022. Proses pembelajaran tatap muka terbatas di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru berjalan dengan hanya mengurangi jam pelajarannya saja, yang biasanya 1 mata pelajaran itu ada 2 jam pelajaran maka pada saat pandemi setiap mata pelajaran hanya ada 1 jam pelajaran. d. evaluasi produk, di SMP IT Imam Syafi’i 2 Pekanbaru pembelajaran tatap muka terbatas lebih efektif digunakan untuk pembelajaran selama masa pandemi covid-19 di lihat dari nilai siswa adanya penurunan di saat pembelajaran daring dan hybrid learning dan juga dari kualitas pembelajaran masih banyak materi-materi yang tidak tercapai.