Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Teknik Nanopresipitasi pada Nanoenkapsulasi Teofilin dengan Variasi Konsentrasi Polimer dan Surfaktan: Application of Nanoprecipitation Technique on Theophylline Nanoencapsulation with Variation of Polymer Concentration Mar’atus Sholikhah; Rahayu Apriyanti; Sarmadi Sarmadi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i1.1521

Abstract

Theophylline is a xanthine derivative used in the treatment of asthma that causes smooth muscle relaxation, especially bronchial smooth muscle dilation. So far, the pharmaceutical dosage forms of theophylline are very diverse, and most of them are intended for oral use. Oral administration of drugs is known to be prone to causing gastrointestinal disorders such as indigestion. In addition, its stability is also easy to change due to the influence of enzymes, pH, and microbial degradation. One of the most promising drug delivery systems is nanoencapsulation. The purpose of this study was to obtain the optimum formula for theophylline nanoencapsulation (NET) using an optimization system. Theophylline nanoencapsulation was prepared by applying various concentrations of PEG 6000 and SLS, starting from the smallest ratio of 1:1 to the largest ratio of 3:1. The characterization carried out on the five NET formulas included transmittance percentage, particle size, and polydispersity index (PDI). The selected optimal NET formula was then used to determine the zeta potential using Particle Size Analyzer. The ratio of 1.667:1 between PEG 6000 and SLS is the most optimal composition capable of producing NET with a particle size of 11.9 nm, a PDI of 0.12 µm, and a zeta potential of +18,87 mV. Keywords: Nanoencapsulation, nanoparticles, nanoprecipitation, theophylline Abstrak Teofilin merupakan derivat xantin yang digunakan dalam terapi asma yang menyebabkan relaksasi otot polos, khususnya dilatasi otot polos bronkus. Sejauh ini bentuk sediaan farmasi teofilin sangat beragam dan sebagian besar ditujukan untuk penggunaan secara oral. Pemberian obat peroral diketahui rentan menyebabkan gangguan saluran cerna seperti indigesti. Selain itu, stabilitasnya juga mudah berubah karena adanya pengaruh enzim, pH, dan degradasi mikroba. Salah satu sistem penghantaran obat yang menjanjikan adalah nanoenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh formula optimum dari nanoenkapsulasi teofilin (NET) menggunakan sistem optimasi. Nanoenkapsulasi teofilin dipreparasi dengan menerapkan variasi konsentrasi PEG 6000 dan SLS mulai dari perbandingan terkecil 1:1 hingga terbesar 3:1. Adapun karakterisasi yang dilakukan terhadap lima formula NET meliputi persentase transmitan, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas (PDI). Formula optimum NET terpilih kemudian ditetapkan zeta potensialnya menggunakan Particle Size Analyzer. Perbandingan antara PEG 6000 dan SLS sebesar 1,667:1 merupakan komposisi paling optimum yang mampu menghasilkan NET dengan ukuran partikel 11,9 nm, PDI 0,12 µm, dan zeta potensial sebesar +18,87 mV. Kata Kunci: Nanoenkapsulasi, nanopartikel, nanopresipitasi, teofilin
Pengaruh Variasi Konsentrasi Carbopol terhadap Karakteristik Fisik Emulgel Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Maratus Sholikhah; Meyla Dhesfaiza Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1114

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki berbagai aktivitas farmakologi adalah daun salam karena kandungan senyawanya yang meliputi flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula emulgel ekstrak daun salam melalui variasi konsentrasi carbopol serta mengevaluasi sifat fisiknya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga formula yaitu F1 (carbopol 1%), F2 (1,5%), dan F3 (2%). Evaluasi sediaan yang diterapkan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, tipe emulsi, sineresis, dan stabilitas awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semisolid, berwarna coklat kehijauan, berbau khas ekstrak, dan homogen. Nilai pH seluruh formula berada pada 6,3 yang masih sesuai dengan pH kulit. Daya sebar mengalami penurunan dari F1 (6,20 ± 0,25 cm), F2 (5,15 ± 0,22 cm), dan F3 (4,80 ± 0,20 cm) seiring dengan peningkatan viskositas dari ketiga formula. Seluruh formula menunjukkan tipe emulsi minyak dalam air dan stabil secara fisik dalam pengujian stabilitas awal. Nilai sineresis menurun seiring peningkatan carbopol yang menunjukkan peningkatan kestabilan sistem gel. Dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi carbopol telah berpengaruh terhadap sifat fisik emulgel khususnya pada parameter viskositas, daya sebar, dan sineresis. Formula dengan konsentrasi carbopol lebih tinggi akan memberikan stabilitas yang lebih baik namun menurunkan daya sebar sehingga diperlukan keseimbangan untuk memperoleh formula yang optimal.
Optimasi Variasi Konsentrasi Cera Alba dan Parafin Wax terhadap Karakteristik Fisik Stick Pelembab pada Kulit Kering Berbasis Minyak Argan Maratus Sholikhah; Septi Anggraini; Meyla Dhesfaiza Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1130

Abstract

Kulit kering merupakan kondisi yang ditandai dengan menurunnya kadar air pada lapisan kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi kasar, bersisik, dan pecah-pecah. Area tubuh tertentu seperti tumit, telapak kaki, siku, lutut, dan telapak tangan lebih rentan mengalami kekeringan karena memiliki lapisan kulit yang lebih tebal serta sering mengalami tekanan dan gesekan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan sediaan stick pelembab yang praktis dan mudah diaplikasikan. Minyak argan diketahui mengandung asam lemak esensial, tokoferol, dan senyawa fenolik yang memiliki berbagai aktivitas biologis salah satunya adalah sebagai antioksidan. Karakteristik fisik sediaan stick dipengaruhi oleh komposisi basis yang digunakan seperti cera alba dan parafin wax. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi komposisi cera alba dan parafin wax terhadap karakteristik fisik stick pelembab berbasis minyak argan.  Penelitian dilakukan melalui pembuatan tiga formula dengan variasi konsentrasi cera alba dan parafin wax. Sediaan yang dihasilkan kemudian dievaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, dan titik patah. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi basis terhadap mutu fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, dan pH sediaan topikal. Variasi komposisi cera alba dan parafin wax memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik stick terutama pada parameter titik leleh dan titik patah. Peningkatan konsentrasi cera alba menghasilkan sediaan yang lebih keras dengan titik leleh lebih tinggi, sedangkan peningkatan parafin wax menghasilkan tekstur yang lebih lunak dan mudah diaplikasikan. Berdasarkan hasil evaluasi mutu fisik, formula F3 memenuhi seluruh parameter uji dan menunjukkan keseimbangan karakteristik fisik yang lebih optimal sehingga dapat direkomendasikan sebagai formula terbaik dalam penelitian ini.