Muhammad Husni
Politeknik Pariwisata Lombok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN POKDARWIS DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PANDA KABUPATEN BIMA Dimas Purnama Dewata; Yoyok Antoni; M. Ihdal Karomi; Muhammad Husni
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2026
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i2.2810

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia desa wisata menjadi kebutuhan yang mendesak dan krusial. Kemampuan dan kualitas sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan agar dapat mengelola, melayani dan mempromosikan potensi pariwisata secara optimal  Tujuan   utama   yang   ingin   dicapai   dalam program pengabdian masyarakat ini adalah mengacu pada beberapa luaran antara lain (1) meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia kelompok sadar wisata, (2) meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, (3) meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan (4) menciptakan lingkungan desa wisata yang bersih dan sehat. Metode  pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bersifat benchmarking dan pelatihan yang melibatkan dialog-partisipatif pokdarwis dan masyarakat di Desa Wisata Kabupaten Bima untuk terlibat langsung dalam program yang akan dilakukan. Peserta sebanyak 20 peserta yang terdiri dari Pokdarwis, pelaku usaha pariwisata, dan UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya struktur kelembagaan, pembagian peran, transparansi pengelolaan, strategi promosi, pengembangan daya tarik wisata, serta pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi bahan rekomendasi dan inspirasi bagi desa Panda dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata lokal, memperkuat kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta meningkatkan daya tarik wisata yang kompetitif dan berkelanjutan. Benchmark ini juga menjadi momen penting untuk membangun jejaring antar desa wisata, menciptakan peluang kolaborasi, dan memperluas wawasan para pemangku kepentingan dalam memaksimalkan potensi pariwisata berbasis keunikan lokal.