Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kinerja Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Indonesia Agustini, Endang Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i11.944

Abstract

Sistem navigasi keselamatan penerbangan sangat ditentukan oleh kinerja alat bantu navigasi serta validitas prosedur penerbangan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja pelaksanaankalibrasi peralatan navigasi penerbangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pelaksanaan kalibrasiperalatan navigasi penerbangan telah sesuai ketentuan atau program kalibrasi secara periodik. Sumber daya manusia Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) telah mencukupi kebutuhan terhadap pelayanan kalibrasi sesuai rencana/program kalibrasi sesuai periodik, namun pelaksanaan pelayanan kalibrasi belum 100% dapat terpenuhi dikarenakan terbatasnya anggaran dan ketidaksiapan bandar udara Unit Penyelenggara Bandar Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Pengkajian Phraseology (Bahasa) Pemanduan Lalu Lintas Penerbangan Makassar Advanced Air Traffic Services Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin-Makassar Agustini, Endang Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i1.985

Abstract

ABSTRACTThis study hies to analyze the phraseology of the officer in Makassar Advenced Air Traffic Services (MAATS). The officers in MAATS consist of the officer of Aerodrome Control (ADC). Approach co11trol (APP). Area Control Center (ACC I, ACC II). They are expecting not nuzking any mistakes due to the language of pilotage airline traffic which caused by hasty speech and slip of the tongue since the difference of language dialect/ accent the foreigh pilots which come from many countries.The error in measuring the value contained in the region of 85% -95% may be norm control (tolerance) by the management by objective measurements of the work. Whereas in 2 (two) years in 2009 and 2010 never happened Breackdown of Separation (BOS) but in 2010 the ACC officers never happened Breackdown of Coordination (BOC) caused by weather and soon coordination through the equipment to the equipment connectivit  CPDLC (Controller Pilot Data Link Communication) so that it can be confirmed. Key Words: phraseology (language) pilotage ADC, APP and ACC.
Pemanfaatan Ruang Udara Ditinjau Dari Reorganisasi FIR (Fught Information Region) Yang Pelayanan Navigasi Penerbangan Didelegasikan Kepada Republik Idonesia Oleh ICAO Agustini, Endang Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i6.1037

Abstract

The policy of air space organization/FIR Indonesia which was previously controlled by the 4 (four) Area Control Centre (ACC), Jakarta, Bali, Ujung Pandang and Biak. Nevertheless, after the publication of the AIP (Aeronautical Information Public) supplement that was published in the AIS (Aeronautical Information Service) No. 05/04, September 1, 2004 air space/ Indonesia FIR is divided into two air spaces, namely: Jakarta-Soekarno-Hatta (comm.center) Jakarta sector ACC/ FIC and Makassar/Hasanuddin (comm. center) Makassar ACC/FIC sector due to saturation ratio for each sector in the FIR Jakarta since 2002 has reached 80%. Utilization of air space after the reorganization FIR Indonesia which flight navigation services are supported ICAO based on ICAO Annex 2, Rules of the Air in order to fullfiled the level of coordination for the harmonization of air traffic services among related ATS units. With the results of the discussion after the reorganization can be concluded that the utilization of air space is more flexible and effective to obtain more economical operational levels. At Sultan Iskandar Muda Airport in Banda Aceh ATS services can be coordinated with the ATS Medan to serve FIR above Banda Aceh air space that was controlled by Jakarta FIR.Keywords: Air space, FIR, Navigation Kebijakan tentang organisasi ruang udara/FIR Indonesia yang sebelumnya dikontrol oleh 4 (empat) Area Control Centre (ACC) yaitu Jakarta, Bali, Ujung Pandang dan Biak. Namun setelah diterbitkannya AIP (Aeronautical Information Public) supplement yang dimuat di dalam AIS (Aeronautical Information Service) Nomor 05/04, 01 September 2004 ruang udara/Indonesia FIR dibagi menjadi 2 ruang udara yaitu: Jakarta-SoekarnoHatta (comm.center) Jakarta Sector ACC/FIC dan Makassar/Hasanuddin (comm. center) Makassar Sector ACC/FIC dikarenakan rasio kejenuhan untuk setiap sector di FIR Jakarta sejak tahun 2002 telah mencapai 80%. Pemanfaatan ruang udara pasca reorganisasi FIR Indonesia yang pelayanan navigasi penerbangan didukung ICAO dengan dasar ICAO Annex 2, Rules of The Air dalam rangka memenuhi tingkat koordinasi untuk harmonisasi pelayanan lalu lintas penerbangan antar unit A TS terkait. Dengan hasil pembahasan setelah reorganisasi dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan ruang udara lebih fleksibel dan efektif untuk mendapatkan tingkat operasional yang lebih ekonomis. Pada Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pelayanan ATS tersebut dapat dikoordinasi dengan ATS Medan untuk melayani FIR diatas ruang udara Banda Aceh yang pengendaliannya dilakukan oleh FIR Jakarta. Kata kunci: Ruang Udara, FIR, Navigasi
Pengelolaan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Menuju Aspek ECO-MODERN Airport Agustini, Endang Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v23i5.1106

Abstract

Airport could potentially contribute to environmental contamination, such as air pollution resulting from C02 emissions as a result of the operation of aircraft and vehicles at airports, waste water generated can pollute the environment and waste both from the passengers as well as from restaurants and offices. Of the impact can be drawn formulation of the problem is haw pollution, sewage and waste are managed in an effort to minimize and slow down environmental damage. The method in this study is to use quantitative methods dikualitatijkan by calculating the rating scale of primary data collection by giving questionnaires to the respondents in this case is the passenger's departure at the terminal 3 as well as structured interviews with the management of PT Angkasa Pura II (Persero). Analysis of the discussion is done by check-list with the results of environmental monitoring component elements of the fulfillment of the required parameters and the results of respondents' answers are calculated by weighting the numbers with the resulting value is 92.04% interval value is in the category of shows "very good" means efforts tawards the Eco-Airport (airport environmentally friendly) can be realized. Keywords: ECO-Airport