Wardayadi Wardayadi
SMA Negeri 1 Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Mind Mapping untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Topik Kegiatan Ekonomi Wardayadi Wardayadi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.377 KB) | DOI: 10.51169/ideguru.v6i2.252

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran mind mapping dalam meningkatkan prestasi belajar topik kegiatan ekonomi siswa kelas X IPS 1 di SMAN 1 Bambanglipuro tahun ajaran 2020/2021. Selain itu juga untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan model mind mapping dalam meningkatkan prestasi belajar topik kegiatan ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas. Model Penelitian Tindakan Kelas ini memakai model Kemmis McTaggart dan dijalankan dalam 2 siklus. Prinsip utama model ini adalah memberikan tindakan dalam siklus bertahap, di mana terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Alat pengumpul data yang dipakai adalah observasi kelas, tes prestasi belajar, dan studi dokumentasi. Observasi dilaksanakan langsung pada proses tindakan. Analisis data menggunakan analisis secara diskriptif analitik dengan penyajian tabel-tabel dan persentase. Penyajian data bentuk persentase selanjutnya didskripsikan dan diambil kesimpulan. Hasil riset ini menujukan penerapan model pembelajaran mind mapping dapat menaikkan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi terlihat pada siklus I ada 14 siswa (51,58%) yang nilainya atau nilainya sudah KKM dan pada siklus II ada 24 siswa (88,89%) yang nilainya atau nilainya sudah KKM maka peningkatan ketuntasan belajar sebesar 37,04% dan peningkatan rerata prestasi belajar siklus I ke siklus II sebesar 14,81 yaitu dari nilai rerata 62,04 pada siklus I menjadi nilai rerata 76,85 pada siklus II. Hasil Afektif siswa juga naik yakni siklus I hanya kategori cukup dan pada siklus II menjadi sangat baik.
Penerapan Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Materi Keseimbangan Pasar Wardayadi Wardayadi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 8 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v8i3.604

Abstract

Tujuan riset ini untuk melihat implementasi corak pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan prestasi belajar materi keseimbangan pasar pada siswa kelas X.4 di SMA Negeri 1 Bambanglipuro tahun pelajaran 2022/2023. Dan untuk mengenali aktivitas guru dalam proses kegiatan belajar mengajar yang mengimplementasikan corak TSTS dalam meningkatkan prestasi belajar materi keseimbangan pasar pada siswa kelas X.4 di SMA Negeri 1 Bambanglipuro tahun pelajaran 2022/2023. Riset ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmys McTaggart dan sudah dilakukan dalam dua siklus. Prinsip model ini adalah pemberian tindakan dalam siklus yang bertahap dan berkesinambungan dengan empat tahapan yaitu, a) perencanaan; b) tindakan; c) observasi; d) refleksi. Alat pengumpulan data berupa observasi kelas, tes prestasi belajar, dan penggalian dokumen. Pengamatan dilakukan di tiap tahapan. Hasil riset ini memperlihatkan implementasi corak pembelajaran TSTS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Meningkatnya prestasi belajar terekam di siklus pertama ada 17 siswa (53,12%) nilainya atau sudah memenuhi KKM dan di siklus kedua ada 27 siswa (84,38%) nilainya atau sudah memenuhi KKM, Jadi kenaikan ketuntasan belajar sebesar 31,26% dan kenaikan rerata prestasi belajar siklus pertama ke siklus kedua sebesar 15,63 ialah dari nilai rerata 63,75 pada siklus pertama berubah nilai reratanya 79,38 pada siklus kedua. Hasil aktivitas siswa juga naik yakni di siklus pertama hanya kategori “cukup” dan di siklus kedua berubah jadi “sangat baik”.