Oqik Suherlan
Institut Agama Islam Alfalah Assunniyyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hermeneutika Pembebasan Farid Esack Asnawan; Oqik Suherlan
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.57647

Abstract

Farid Esak adalah seorang pemikir Muslim Afrika Selatan yang berusaha menafsirkan Al-Qur'an dengan cara baru untuk menemukan jawaban atas masalah masyarakat dan tantangan di zamannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan analisis deskriptif dan pendekatan sejarah filosofis, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) menganalisis teks itu sendiri; (b) menelusuri secara kritis akar sejarah dari latar belakang tokoh dan mengapa ia menganut ide-ide hermeneutika pembebasan; (c) menganalisis kondisi sosiohistoris yang melingkupi tokoh dan sosialnya serta menemukan struktur dasar bangunan pemikiran Farid Esak yang sesuai dengan konteks latar sosial-historisnya. Kunci hermeneutika pembebasan Farid Esack adalah Taqwa, Tauhid, al Nas, Mustad'afin fi al Ard, Adl dan Qisth, serta Jihad. Dalam pandangan Farid Esack, orang kafir berbeda dengan fundamentalis Islam. Dia kemudian merekonstruksi ide ini dengan menggali konsep Iman, Islam dan Kufr, menyimpulkan bahwa kekafiran tidak hanya terkait dengan ketuhanan tetapi juga mencari keadilan, menyangkal kesetaraan, menghalangi amal dan melakukan penindasan.