Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja pada Stasiun Perebusan Kelapa Sawit PT. Betami Prayogi, Agus; Nurmalawati, Nurmalawati
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14306

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada stasiun perebusan kelapa sawit di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. XYZ. Kegiatan kerja praktek dilaksanakan pada tanggal 14 Juli sampai dengan 13 November 2024 di Kabupaten Aceh Tamiang. PMKS PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi produk utama berupa Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (kernel). Proses produksi kelapa sawit di perusahaan ini melalui beberapa tahapan, antara lain penimbangan, sortasi, perebusan (sterilizer), perontokan (thresher), pelumatan (digester), pengepresan (screw press), serta proses pemurnian minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menilai tingkat risiko kecelakaan kerja, serta memberikan usulan pengendalian risiko pada stasiun perebusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi bahaya (hazard identification), penilaian risiko (risk assessment), penentuan tingkat risiko (risk level), serta pengendalian risiko (risk control). Proses identifikasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas kerja, kondisi lingkungan kerja, serta peralatan yang digunakan oleh pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya pada stasiun perebusan, di antaranya paparan uap panas, tekanan tinggi pada sterilizer, risiko terpeleset akibat lantai yang licin, serta potensi kontak langsung dengan permukaan peralatan yang panas. Berdasarkan hasil penilaian risiko, beberapa aktivitas kerja memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi sehingga memerlukan tindakan pengendalian yang tepat. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan prosedur kerja yang aman, peningkatan pengawasan kerja, serta pemberian pelatihan keselamatan kepada pekerja guna meminimalkan potensi kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan pabrik.\