Shafiera Lazuarni
Indo Global Mandiri University, South Sumatera

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dinamika Sektor Investasi Unggulan dan Iklim Investasi di Kota Palembang: Pendekatan Keuangan Keperilakuan Shafiera Lazuarni; Endah Dewi Purnamasari; Jainal
Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jiegmk.v14i1.3136

Abstract

The aim of this study to determine the leading investment sector, the investment climate in Palembang City is seen from a behavioral finance approach. The studies have been contained in the analysis and discussion of the results of calculations using LQ and SSA analysis. The Location Quotient (LQ) method is an analysis that aims to identify the economic base that is concentrated in an area, while the Shift Share Analysis (SSA) method is used to assess the level of competitive advantage in sectors within a particular region, which is seen from its growth rate. The next step is to conduct a survey to find out the constraints/barriers to investment in the city of Palembang using indicators developed by the International Financial Corporation (IFC). The results show that the basic sector and has high and strong competitiveness against the economic shocks that occurred during the Covid-19 pandemic in Palembang City are 1) Manufacturing Industry, 2) Wholesale and Retail Trade; Car and Motorcycle Repair, 3) Information and Communication, 4) Financial Services and Insurance, and 5) Real Estate. Based on the results of a survey conducted using a questionnaire, the results of the analysis show that the overall investment climate is considered good by business actors in Palembang City. The good investment climate in Palembang City will further affect various aspects such as investor behavior. Viewed from a financial perspective, behavior can affect all aspects, for example facilitating access to finance (making it easier for investors to obtain the necessary financing). Keywords: financial, behavior, investment, SSA, LQ.
Penguatan Financial Well-Being Guru melalui Pelatihan Manajemen Keuangan Pribadi shafiera lazuarni; Endah Dewi Purnamasari; Try Wulandari
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 2 (2026): On Progress
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i2.7584

Abstract

Kesejahteraan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola pengeluaran, utang, tabungan, dan tujuan keuangan. Identifikasi awal menunjukkan bahwa sebagian guru di Kota Palembang telah memiliki penghasilan rutin dari gaji dan tunjangan sertifikasi, tetapi belum menyusun anggaran secara konsisten, masih melakukan pembelian impulsif, memiliki beban cicilan yang cukup besar, serta belum menyiapkan dana darurat dan investasi secara memadai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat financial well-being guru melalui pelatihan manajemen keuangan pribadi. Kegiatan diikuti oleh 68 guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kota Palembang, dengan SD Negeri 225 Palembang sebagai mitra pelaksana. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari secara daring melalui Zoom Meeting oleh tiga dosen Manajemen bersertifikasi Certified Financial Planner. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ABCD yang dipadukan dengan pre-test, post-test, pemaparan materi, studi kasus, simulasi, diskusi, dan lembar kerja digital. Hasil kegiatan menunjukkan pergeseran pemahaman ke kategori Baik dan Sangat Baik pada seluruh aspek. Setelah pelatihan, 63 peserta mencapai kedua kategori tersebut pada pemahaman financial well-being, 61 peserta pada penyusunan anggaran dan pengendalian pembelian impulsif, 60 peserta pada pengelolaan cicilan dan dana darurat, serta 58 peserta pada tujuan keuangan dan investasi dasar. Sebanyak 88,2% peserta menilai materi sangat relevan dan 83,8% menyatakan sangat puas terhadap kualitas pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang kontekstual dan praktis dapat menjadi langkah awal dalam mendukung perilaku keuangan guru yang lebih terarah