Tumbuhan Jungrahab (Baeckeea frutescens L.) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh dan persebarannya cukup banyak di Indonesia. B. frutescens L. diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui uji aktivitas ekstrak dan fraksi yang terdapat pada B. frutescens L. terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada B. frutescens L. dengan metode yang digunakan adalah ekstraksi dilanjutkan pengujian fitokimia yang terdiri dari uji fenol, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, steroid dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun jungrahab dapat menghambat pertumbukan bakteri. fraksi teraktif ditentukan berdasarkan hasil uji aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan 5 variasa konsentrasi yang berbeda yaitu, 1000, 800, 600, 400, dan 200 ppm dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO 10% dengan pengulangan percobaan 3 kali. Media yang digunakan untuk peremajaan adalah Nutrient Agar (NA) dan media yang digunakan untuk pengujian adalah Mueller Hinton (MHA). Masa inkubasi yang dilakukan selama 1 hari atau 24 jam pada suhu 37oC. Pengamatan dilakukan dengan melihat zona hambat yang ditandai zona bening disekitar sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya hambat yang paling besar terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes secara berturut-turut adalah fraksi etil asetat, fraksi air dan fraksi n-heksan. Hasil studi menunjukkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi teraktif pada konsentrasi 800 ppm dengan diameter zona bening sebesar sebesar 16,81 mm terhadap bakteri P. Acnes.