Abstrak: Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Angka Reinfeksi COVID-19 Pada Pasien RSUD Dr. H. Abdul Moloek Provinsi Lampung. Severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS- CoV-2) merupakan virus corona yang baru diidentifikasi dan menyebar di antara manusia. Reinfeksi COVID-19 merupakan infeksi kepada seseorang yang sudah terdiagnosis COVID-19 kemudian pasien sembuh dari COVID-19 dan terinfeksi Kembali. Penyebab infeksi ini karena adanya strain baru dari SARS-CoV-2. Dari laporan kasus yang sudah ada varian berbeda dari virus, pasien juga merasakan keluhan yang sama antara infeksi pertama dan kedua. Kemudian reinfeksi ini memiliki waktu kejadian yang berbeda, mulai dari beberapa bulan hingga minggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan reinfeksi COVID-19 pada pasien RSUD Dr. H. Abdul Moloek (RSAM) Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pendekatan cross sectional, pengolahan metode sampel dengan simple random sampling pada data sekunder rekam medik. Pengambilan data yaitu dengan cara mengumpulkan pasien COVID-19 di RSAM Provinsi Lampung dan didapatkan sebanyak 344 responden. Dari 344 responden, 35 reinfeksi didapatkan sampel dengan usia >46 tahun sebanyak 230 sampel (66.9%), pada usia 17-45 tahun sebanyak 105 sampel (30.5%), dan usia 0-16 tahun sebanyak 9 sampel (2.6%) hasil uji Chi-square didapatkan p value=0,005 terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian reinfeksi COVID-19 pada pasien RSAM. pada sample infeksi primer terdapat 138 sampel (44,7%) pada jenis kelamin laki-laki dan didapatkan 171 sampel (55,3%) pada jenis kelamin perempuan. Sama dengan sampel reinfeksi didapatkan 14 sampel (40%) jenis kelamin laki-laki dan 21 sampel (60%) pada jenis kelamin perempuan. hasil uji Chi-square didapatkan p value=0,599 yang berati nilai p value≤0.05, maka Ha ditolak, berati tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian reinfeksi COVID-19 pada pasien RSAM.