Ittihad Ittihad, Ittihad
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASSESMEN PROGRAM PELAKSANAAN OTONOMI PENDIDIKAN KARAKTER DI MAPK (MADRASAH ALIYAH PR0GRAM KHUSUS) SYAIKH ZAINUDDIN NW ANJANI LOMBOK TIMUR NTB Ittihad, Ittihad
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 2 No 1 (2014): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan proses pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, proses belajar mengajar, proses Assesmen, hubungan kerjasama dan partisipasi, sikap kemandirian, keterbukaan, keberlanjutan program, dan prestasi akademik maupun non akademik siswa Madrasah Aliyah Program Khusus Syaikh Zainuddin NW Anjani, Lombok Timur NTB. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis berdasarkan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (1994) yang meliputi, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya kemudian dikaitkan dengan dengan kriteria yang ditetapkan dengan langkah-langkah editing, koding, dan tabulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Proses pengambilan keputusan berbagai kebijakan madrasah terutama dalam penyusunan program, rencana anggaran belanja madrasah, pengelolaan kurikulum, dan pengelolaan sumber daya masih belum dapat dilaksanakan sepenuhnya. (2) Dalam proses pengelolaan kelembagaan, tugas dan tanggungjawab belum banyak dilakukan dengan baik walaupun sudah terdapat kewenangan yang jelas dan pasti, sehingga sering terjadi tumpang tindih dalam tugas dan tanggungjawab. (3) Dalam proses pengelolaan program, pelaksanaan program belum bisa sepenuhnya melibatkan warga madrasah khususnya para guru dan pegawai. (4) Dalam proses belajar mengajar, pengelolaan kelas masih sulit dilaksanakan dengan baik karena kurangnya ruangan. (5) Dalam proses Assesmen, bentuk Assesmen dan pelaksanaan telah mengalamai peningkatan dari tahun sebelumnya. (6) Dalam proses kerjasama dan partisipasi, telah terbentuk jaringan kerjasama serta pelaksanaannya dengan cukup baik. (7) Proses akuntabilitas madrasah baik terhadap warga madrasah maupun terhadap masyarakat terlihat masih kurang. (8) Dalam proses kemandirian, madrasah sudah sangat mandiri mengelola pendidikannya. (9) Proses keterbukaan madrasah kurang begitu mendapat perhatian, sehingga muncul anggapan bahwa madrasah tidak bisa bekerjasama dengan pihak lain. (10) Proses program keberlanjutan sudah baik, dimana kepala madrasah beserta warga madrasah lainnya selalu melakukan inovasi-inovasi baru untuk membenahi program yang sudah ada sebelumnya. (11) Nilai raport siswa sudah mengalami peningkatan yang signifikan, namun karya ilmiah siswa masih minim. Kata Kunci: Assesmen, Otonomi Pendidikan Berkarakter, MAPK Syaikh Zainuddin NW Anjani. 30
Manajemen Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Paud (Kegiatan Swadaya Bekerjasama Dengan SKB dan Himpaudi Kecamatan Aikmel Ittihad, Ittihad
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 2 (2016): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Manajemen pendidikan dan pelatihan (Diklat) Berjenjang oleh Himpaudi Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan Diklat Berjenjang, (2) pengorganisasian Diklat Berjenjang, (3) pelaksanaan kegiatan Diklat Berjenjang, dan (4) pengawasan dan evaluasi kegiatan Diklat Berjenjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Guna memperoleh keabsahan data, peneliti melakukan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) banyak guru PAUD yang belum memahami metode untuk diterapkan pada anak usia dini; (2) setelah mengikuti Diklat Berjenjang, guru PAUD lebih memahami metode dan pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini; dan (3) kegiatan Diklat Berjenjang menambah wawasan dan pengetahuan guru PAUD.Kata kunci: Manajemen, Diklat Berjenjang, Himpaudi, kompetensi guru PAUD
MANAJEMEN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SYAIKH ZAINUDDIN NAHDLATUL WATHAN ANJANI LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Ittihad, Ittihad
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 1 No 1 (2013): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani Lombok Timur (2) Untuk mengetahui Manajemen Pendidikan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani Lombok Timur (3) Untuk mengetahui Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani Lombok Timur (4) Untuk mengetahui pola kepemimpinan yang dijalankan Ummi Hjh. Sitti Raihanun Abdul Madjid di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang didirikannya Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Anjani Lombok Timur adalah : Pertama, untuk mengenang jasa dari pendiri Nahdlatul Wathan,. Kedua, untuk mewadahi lembaga pendidikan yang dipindahkan dari Pancor sebagai akibat dari adanya konflik yang terjadi antara Hjh. Sitti Raihanun dengan Hjh. Sitti Rauhun. Ketiga, diharapkan akan menjadi induk dari semua pondok yang ada di Pulau Lombok khususnya maupun di luar Pulau Lombok. Keempat, latar belakang utama yang menyebabkan proses cepatnya pendirian Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin adalah sebagai akibat dari adanya peristiwa yang memakan korban jiwa yang sempat meresahkan masyarakat sekitarnya. Adapun manajemen pendidikan yang dijalankan sebagai berikut (1) perencanaan pendidikan masyarakat dilakukan sejak awal pendirian pesantren, dikaitkan dengan dana masyarakat, sumber dana ada tiga yakni masyarakat, santri, dan pemerintah/donatur. (2) Pengorganisasian dilakukan dengan membentuk panitia pengajian, panitia ulang tahun, petugas keuangan tim penyusunan proposal, dan panitia pembangunan, (3) pengerahan dilakukan oleh dewan kyai dengan memberikan motivasi berdasarkan nilai-nilai agama, (4) pengawasan dilakukan oleh pengurus pondok pesantren secara langsung dan tidak langsung. Selanjutnya akuntabilitas dilakukan dalam bentuk pengumuman oleh pengurus pondok pesantren
Peran Masyarakat Pendatang Dalam Memajukan Desa Belanting Kecamatan Sambelia Ittihad, Ittihad
PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2015): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.214 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk menggambarkan keadaan masyarakat asli dan pendatang di Desa Belanting Kecamatan Sambelia; 2) untuk mengtahui intraksi sosial masyarakat pendatang dengan masyarakat asli Desa Belanting Kecamatan Sambelia; 3) untuk mengatahui peran masyarakat pendatang dalam memajukan Desa Belanting Kecamatan Sambelia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis berdasarkan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (1994) yang meliputi, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya kemudian dikaitkan dengan kriteria yang ditetapkan dengan langkah-langkah editing, koding, dan tabulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Penduduk pendatang di Desa Belanting Kecamatan Sambelia mula berdatangan sejak tahun 1972. Penduduk pendatang yang pertama kali datang adalah penduduk pendatang yang berasal dari desa Mamben Lombok Timur. Pada tahun-tahun berikutnya berdatangan penduduk yang berasal dari Labuhan Haji, Masbagik, Pohgading, Apitaik, Lombok Tengah, Korleko, dan Bonjeruk Lombok Barat; 2) Kerjasama yang dilakukan oleh penduduk pendatang dengan penduduk asli di Desa Belanting tercermin dalam berbagai kegiatan, seperti gotong royong, kegiatan siskamling, kerjasama dalam kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan, kerjasama dalam bidang ekonomi, pendidikan dan berbagai kegiatan untuk memajukan desa. Asimilasi terlihat pada adanya sikap saling menghargai kebudayaan, dimana penduduk pendatang menghargai kebudayaan yang dimiliki oleh pendatang dan demikian juga sebaliknya, padahal unsur-unur budaya yang mereka miliki cukup bertentangan. Selanjutnya dalam intraksi sosial yag dilakukan oleh penduduk pendatang dan penduduk asli juga terjadi akulturasi dimana hal ini terlihat dalam pelaksanaan ritual adat tersebut dimasukkan unsur islam yaitu pembacaan dzikir dan doa pada setiap acara adat; 3) Penduduk pendatang memiliki peranan yang cukup penting dalam memajukan kehidupan pendidikan dan keagamaan desa Belanting. Secara umum peran penduduk pendatang dalam memamjukan desa Belanting adalah sebagai inisiator (penggagas), sebagai motivator (memotivasi), sebagai dinamisator (penggerak), dan sebagai katalisator (pembawa perubahan).Terjadinya perubahan dalam aspek sosial ekonomi di desa Belanting, sudah jelas merupakan suatu pengaruh dari kedatangan orang luar yaitu penduduk pendatang yang memperkenalkan dan mengembangkan hal-hal baru bagi penduduk asli desa Belanting termasuk dalam aspek ekonomi. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedatangan penduduk pendatang memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kehidupan ekonomi di desa Belanting. Hal ini dapat dilihat dari kemajuan yang diperoleh dalam pengembangan tanaman komoditi, sistim pengolahan tanah, sistim pemasaran, serta pengembangan tanaman-tanaman lain yang dapat menambah pendapatan mereka, sehingga pada ahirnya kesejahteraan mereka tepenuhi sebagaimana yang mereka rasakan sekarang ini.