Samuel Elkana
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia, Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengabdian kepada Allah dan Mamon dalam Kekristenan menurut Matius 6:19-24 Samuel Elkana
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Juni 2020
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the meaning of devotion is to serve oneself unconditional and without demanding a reward for services. As a believer according to the Christian faith it is mandatory to serve God. God cannot be seen directly with our natural eyes, therefore to devote oneself to God requires faith. The foundation of Christian devotion is their faith in Jesus Christ. The Lord Jesus came to earth and set an example by taking the form of a servant. It is the duty of Christians who are the disciples of Jesus, to follow the life of Jesus, a true teacher, as their example by serving one another. The manifestation of the Christian faith is servanthood. With this foundation, the Christian faith will not be used as an excuse to feel better than others. The Christian faith today is a gift of grace from God, therefore it can not be used as a benchmark for self exaltation. Abstrak Pengabdian itu salah satu pengertiannya adalah menghambakan diri tanpa adanya unsur paksaan dan tanpa menuntut imbalan jasa. Sebagai orang percaya menurut iman kekristenan tentu saja wajib mengabdi pada Allah. Allah tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang oleh sebab itu untuk mengabdikan diri pada Allah diperlukan iman. Dasar pengabdian umat Kristiani adalah iman mereka pada Yesus Kristus. Tuhan Yesus datang ke bumi dan memberi teladan mengambil rupa seorang hamba, maka kewajiban kristiani yang adalah murid-murid Yesus tentu saja harus mengikuti teladan hidup Yesus yang adalah guru sejati dengan mengambil rupa seorang hamba yang wajib saling melayani satu sama lain. Perwujudan iman kristiani adalah pelayanan. Dengan dasar ini maka iman kristiani tidak akan dijadikan alasan untuk merasa diri lebih baik daripada orang lain. Iman Kristen yang dimiliki saat ini tentu saja merupakan rahmat kasih anugerah dari Tuhan, oleh sebab itu tidak dapat dijadikan tolak ukur kebanggaan diri.