Sarah Wassar
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perempuan dalam Melaksanakan Mandat Ilahi Menurut Kejadian 1:27-28 Sarah Wassar
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 2: Desember 2022
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 God gave a divine mandate to humans (women and men) since the beginning of creation is to rule the world (Genesis 1:27). Women and men were created in the image and likeness of God, equal in God's presence, and received the same Divine mandate and carried out the Divine mandate according to God's commands or will. To find out specifically about women in carrying out Divine mandates, this writing is reviewed theologically using qualitative methods, namely literature or literature study. Then it is presented in the form of a theological review description. AbstrakAllah memberikan mandat Ilahi kepada manusia (perempuan dan laki-laki) sejak awal penciptaan adalah menguasai dunia (Kej. 1:27). Perempuan dan laki-laki diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, setara dalam hadirat Allah, menerima mandat Ilahi yang sama dan melaksanakan mandat Ilahi sesuai dengan perintah atau kehendak Allah. Untuk mengetahui secara khusus tentang perempuan dalam melaksanakan mandat Ilahi, maka penulisan ini ditinjau secara teologis dengan menggunakan metode kualitatif yaitu literatur atau studi pustaka. Kemudian disajikan dalam bentuk diskripsi tinjauan telogis.  
Konsep Penebusan dalam Kitab Rut Sarah Wassar
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1: Juni 2022
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every believer who wants to experience God in daily life in making important and less important decisions, both consciously and unconsciously. The message that was conveyed was that a man by grace made the decision to redeem and renew a lost inheritance, and pure love removed all difficulties. The method used to explain the meaning of redemption in the book of Ruth is a literature study in the form of a literature study. Through the description of the literature review, the author finds the results of several biblical reviews of the concept of redemption in the book of Ruth. AbstrakSetiap orang percaya yang ingin berpengalaman dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dalam membuat keputusan penting maupun kurang penting, baik sadar maupun tidak sadar. Berita yang disampaikan yaitu seorang laki-laki dengan kasih karunia membuat keputusan untuk menebus dan memperbaharui warisan yang hilang, serta kasih yang murni menghilangkan segala kesulitan. Metode yang dipakai untuk menjelaskan makna penebusan dalam kitab Rut yaitu studi literatur yang berupa kajian Pustaka. Melalui deskripsi kajian pustaka, maka Penulis menemukan hasil beberapa tinjauan yang alkitabiah tentang konsep penebusan dalam kitab Rut. 
Resiliensi Spiritual Perempuan Kristen: Kajian Teologi Feminis atas Narasi Perempuan dalam Studi Perjanjian Baru Aya Susanti; Sarah Wassar
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.317

Abstract

Spiritual resilience is an important aspect of the lives of Christian women as it relates to their ability to socialise and develop their spiritual lives. In societies still influenced by patriarchal constructs, women often face marginalisation and, inevitably, limitations in gaining recognition for their spiritual roles and experiences. The theological foundations for the development of women’s spirituality have not yet been fully explored. This study aims to analyse the spiritual resilience of Christian women through a feminist theological examination of women’s narratives in the New Testament. It employs a qualitative method using a literature review approach. It can therefore be concluded that the spiritual resilience of Christian women in New Testament narratives is formed through a deep relationship with God in the face of marginalisation, as well as the courage to fulfil their spiritual calling amidst patriarchal social structures. The reinterpretation of women’s narratives through a feminist theological perspective affirms that women are active subjects in God’s work of salvation, making a significant contribution to the formation of spirituality. These findings result in the construction of a model of Christian women’s spiritual resilience that is relevant to the development of feminist theology and provides practical implications for church ministry.  AbstrakResiliensi spiritual merupakan aspek penting dalam kehidupan perempuan Kristen karena berkaitan dengan kemampuan bersosial dan membangun kehidupan rohani.  Masyarakat yang masih dipengaruhi oleh konstruksi patriarkal, perempuan sering menghadapi marginalisasi, dan tentunya keterbatasan dalam memperoleh pengakuan terhadap peran dan pengalaman spiritualnya. Peologisnya bagi pengembangan spiritualitas perempuan belum dieksplorasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi spiritual perempuan Kristen melalui kajian teologi feminis atas narasi perempuan dalam Perjanjian Baru. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Maka dapat disimpulkan bahwa resiliensi spiritual perempuan Kristen dalam narasi Perjanjian Baru terbentuk melalui relasi yang mendalam dengan Allah dalam menghadapi marginalisasi, serta keberanian menjalankan panggilan spiritual di tengah struktur sosial yang patriarkal. Reinterpretasi narasi perempuan melalui perspektif teologi feminis menegaskan bahwa perempuan merupakan subjek aktif dalam karya keselamatan Allah yang memiliki kontribusi signifikan bagi pembentukan spiritualitas. Temuan ini menghasilkan konstruksi model resiliensi spiritual perempuan Kristen yang relevan bagi pengembangan teologi feminis serta memberikan implikasi praktis bagi pelayanan gereja. Kata Kunci: Resiliensi Spiritual; Perempuan Kristen; Teologi Feminis; Narasi Perempuan