Simon Simaremare
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memahami Konsep “Ciptaan Baru” di dalam 2 Korintus 5:17 Simon Simaremare
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The word "new creation" appears twice in the Bible, and is only found in Paul's writings, namely in 2 Corinthians 5:17 and Galatians 6: 15. However, there are various interpretations that appear on this word. By using a qualitative literature approach and descriptive method for the text of 2 Corinthians 5:17 it is found that Paul uses sentences in the present form, not the form that will come; "Who is in Christ, he is a new creation," not "Who is in Christ, he will be a new creation." The word kainos refers to a change in attitude, behavior, character and not in material/body. Next is that the word new creation is closely related to change. Change is very closely related to things that are psychological (unconscious mind), not things that are outward. In other words, change is related to things that are "from within" not "from outside" human life. Abstrak Kata “ciptaan baru” muncul dua kali dalam Alkitab, dan hanya ditemukan dalam tulisan Paulus yaitu dalam 2 Korintus 5:17 dan Galatia 6: 15. Meskipun demikian, ada beragam tafsir yang muncul atas kata ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif literatur dan metode deskrip-tif atas teks 2 Korintus 5:17 ditemukan bahwa Paulus menggunakan kalimat dalam bentuk sekarang, bukan bentuk yang akan datang; “siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru,” bukan “siapa yang ada di dalam Kristus, ia akan menjadi ciptaan baru.” Kata kainos lebih menunjuk kepada sebuah perubahan sikap, perilaku, tabiat dan bukan pada materi/tubuh. Selanjutnya adalah bahwa kata ciptaan baru berkaitan erat dengan perubahan. Perubahan sangat berkaitan erat dengan hal-hal yang bersifat psikologis (unconscious mind), bukan hal-hal yang bersifat lahiriah. Dengan kata lain, perubahan berkaitan dengan hal-hal yang “dari dalam” bukan “dari luar” hidup manusia.