Ipan Morris Pangaribuan
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Hidup Manusia Baru dalam Kristus Menurut Efesus 4:17-30 Ipan Morris Pangaribuan
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 2: Desember 2022
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 According to the Bible, life outside of Christ is the old life, Col.3:29. This new human lifestyle is essential for every believer to have so that he becomes a different person from the previous one and a renewed one. The pattern of life prepares humans to have eternal life. Indicators of a new human life pattern in Christ are; putting off the old man by leaving the old life, being renewed in Spirit and mind, or being in a position of spirit and mind having been renewed by God, putting on the new man by leaving the things of the flesh (flesh), and Putting on the New man in Christ. Putting on the new man means living in the truth of God's Word and putting His Word into practice. People with a new life will radiate through various behaviors such as; words that can be controlled, don't become angry, working hard, and becoming a person who doesn't grieve the Holy Spirit. In the discussion, using qualitative methods, namely literature or literature studies. AbstrakMenurut Alkitab kehidupan di luar Kristus merupakan kehidupan lama, Kol.3:29. Pola hidup manusia baru ini sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang percaya, supaya menjadi pribadi yang berbeda dari yang sebelumnya dan menjadi pribadi yang dibaharui. Pola hidup mempersiapkan manusia untuk memiliki kehidupan yang kekal. Indikator pola hidup manusia baru di dalam Kristus adalah ; menanggalkan manusia lama dengan meninggalkan kehidupan yang lama, dibaharui di dalam Roh dan pikiran, atau berada pada posisi roh dan pikirannya telah dibaharui oleh Tuhan, mengenakan manusia baru dengan meninggalkan hal-hal yang bersifat daging (kedagingan), dan Mengenakan manusia Baru di dalam Kristus. Mengenakan manusia baru artinya hidup dalam kebenaran Firman Tuhan dan melakukan FirmanNya. Orang yang memiliki kehidupan baru, akan terpancar melalui berbagai perilakunya seperti ; perkataan yang dapat dikontrol, tidak menjadi pemarah, pekerja keras dan menjadi pribadi yang tidak mendukakan Roh Kudus. Dalam pembahasannya menggunakan metode kualitatif yaitu literatur atau studi Pustaka.