Eunike Eunike
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia, Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Teologis tentang Tarian dan Manfaatnya bagi Pertumbuhan Rohani Eunike Eunike
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v3i1.21

Abstract

Dance is strongly connected to life, freedom, salvation, restoration and victory over the enemies. The Bible uses the word dance for the first time in the verse when Miriam took her tambourine and led the Israelites in a victorious dance after they had been set free from the Egyptians, who chased them into the red sea. God gave them salvation, victory, deliverance, and life. Miriam’s dance was a respond and expression of victory over the enemies (Ex. 15:20). Dance or body movement is a language of communication equal to words, music, or other expressed art. For this reason, when a dance is communicating the word of God, for certain people or in certain situations then it could be called a prophetic dance. To be a dancer is a great calling. A calling to bring back what has been taken from heaven, a calling to love God more and more, a calling to make a new covenant between men and God. Prophetic dance is a way to serve God through dance. In this way a dancer is not an artist who chooses to be served rather than to serve. But the principle is when one is appointed to be a leader, the more is his responsibility to serve his brethrens. Every movement is a body language to communicate the messages. Within the context of dance, every movement should carry a message in a way that people would understand the meaning when they see the dance. Abstrak Tarian mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kehidupan, kebebasan, keselamatan, pemulihan, dan kemenangan atas musuh-musuh. Alkitab menyebutkan kata tarian yang pertama di ayat tentang Miryam. Ketika dia mengambil tambourinenya dan memimpin orang Israel dalam sebuah tarian kemengangan setelah mereka dibebaskan dari orang-orang Mesir yang mengejar mereka di Laut Merah. Tuhan memberikan keselamatan, kemenangan, kebebasan, dan kehidupan. Tarian Miryam adalah respon dan ekspresi kemenangan atas musuh-musuh (Kel.15:20). Tarian atau gerakan tubuh adalah sebuah bahasa komunikasi sama seperti kata-kata, musik, atau kesenian yang dapat dilihat. Maka dari itu, ketika tarian sedang mengkomunikasikan Firman Tuhan untuk sebagian orang dan dalam situasi tertentu, inilah yang disebut profetik. Menjadi penari adalah sebuah panggilan yang sangat besar. Panggilan untuk mengembalikan apa yang pernah hilang dari Sorga, panggilan untuk mencintai Tuhan lebih dan lebih lagi, panggilan untuk membuat sebuah perjanjian yang baru antara umat manusia dengan Tuhan. Pelayanan tarian adalah cara melayani Tuhan melalui tarian. Artinya seorang penari bukanlah menjadi artis yang ingin untuk dilayani daripada melayani. Tetapi prinsip adalah semakin diangkat menjadi pemimpin, maka semakin besar tanggung jawab untuk melayani saudara-saudara. Setiap gerakan adalah bahasa tubuh yang mengkomunikasikan setiap pesan. Di dalam konteks tarian, setiap gerakan harus menyampaikan makna yang dapat dimengerti oleh orang yang melihatnya.