Joshua Christian
Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia, Bekasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Karakteristik Kepemimpinan Yosua bagi Kepemimpinan Kristen di Era Modern Joshua Christian
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 1: Juni 2020
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The topic of leadership becomes increasingly important because people are increasingly talking about and fighting over it as a determinant factor of the success of a job. Leadership plays an important role in determining the advance or setback of an organization or group. Joshua can be used as a figure in today's leadership. Speaking of character, Joshua is a very consistent person. This fact can be seen when Joshua became a servant of Moses. His life shows an example of great loyalty, obedience, commitment, determination, communicative and a strong faith. The incident of sending spies to the land of Canaan, Joshua and Caleb were not only determined to do what was assigned, but the determination that was in them was also shown in concrete actions. This event showed when the tasks and responsibilities are completed, the ten spies from the ten tribes of Israel gave exaggerated report about the condition of the land of Canaan and displayed pessimism and an exaggerated impression on the Israelites. Abstrak Mengenai topik kepemimpinan terasa semakin penting sebab tatkala orang semakin gencar membicarakan dan memperebutkannya sebagai penentu keberhasilan dari suatu pekerjaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kepemimpinan memiliki peranan penting dalam menentukan maju mundurnya suatu organisasi atau kelompok. Figur Yosua dapat dijadikan teladan dalam kepemimpinan masa kini. Berbicara tentang karakter, Yosua merupakan orang yang sangat konsisten. Kenyataan ini bisa dilihat ketika Yosua menjadi abdi Musa. Ia menunjukan kesetiaan, ketaatan, komitmen, keteguhan hati, komunikatif dan memiliki iman yang kokoh. Peristiwa pengiriman intelegen ke tanah Kanaan Yosua dan Kaleb tidak hanya bertekad untuk melakukan apa yang ditugaskan, tetapi tekad yang ada pada keduanya juga ditampilkan dalam tindakan-tindakan nyata. Ini terbukti ketika tugas dan tanggung jawab selesai, sepuluh pengintai dari sepuluh suku Israel membesar-besarkan keadaan segenap keberadaan tanah Kanaan serta menampilkan pesimisme dan kesan yang berlebihan pada bangsa Israel.