Merci Padaela
Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu PESAT Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Kelompok B melalui Permainan Congklak Eny Suprihatin; Merci Padaela
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Play and games are an inseparable part of the learning process to develop early childhood skills. Knowledge of arithmetic can be delivered to early childhood, ages 5-6 years, by playing a game. The game is a game of congklak. Congklak is a traditional game that has the benefit of stimulating fine motor skills, and training the child's concentration. Research on Teacher Creativity in Improving Counting Ability of Group B Through the Congklak Game in the Integrated Mahanaim Christian Kindergarten, using the Classroom Action Research methodology. The research model used is the Kurt Lewin model. Four stages are carried out: planning, implementing, observing and reflecting. From the four cycles carried out the results are: of the 20 subjects studied the average achievement value was 6.6. 15 children in the high achievement category, 2 children in the moderate category, and 3 children in the low achievement category. Based on initial observations, it was concluded that there was a significant increase in numeracy skills. Abstrak Bermain dan permainan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran untuk menumbuh kembangkan keterampilan anak usia dini. Pengetahuan berhitung dapat disampaikan kepada anak usia dini, usia 5-6 tahun, dengan memainkan suatu permainan. Permainan yang dimaksud adalah permainan congklak. Congklak merupakan permainan tradisional yang memiliki manfaat menstimulasi kemampuan motorik halus, dan melatih daya kosentrasi anak. Penelitian tentang Kreativitas Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Kelompok B Melalui Permainan Congklak di TK Kristen Mahanaim Terpadu, menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Kelas. Model PTK menurut Kurt Lewin. Empat tahapan yang dijalankan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari empat siklus yang dilaksanakan hasilnya adalah: dari 20 subjek yang diteliti rata-rata nilai pencapaian adalah 6,6. 15 anak masuk kategori pencapaian tinggi, 2 anak masuk kategori cukup, dan 3 anak masuk kategori pencapaian kurang. Berdasar observasi awal maka disimpulkan ada peningkatan kemampuan berhitung yang signifikan.