Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Struktur Super Berita Pelemahan KPK di Harian Tempo dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Risa Apriyani; Afdhal Kusumanegara
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur super pada berita pelemahan KPK yang dimuat di media daring Tempo.co. Struktur tekstual tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media daring Tempo.co dalam memberitakan kasus pelemahan KPK menonjolkan aktor utama yang terlibat dalam kasus pelemahan KPK. Hal ini terepresentasi dalam struktur super yakni judul, lead, dan komentar dari berita pelemahan KPK. Penelitian ini menjadi bahan masukan sebagai referensi materi ajar pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMP kelas IX semester ganjil. Kompetensi dasar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran yakni menelaah struktur dan kebahasaan dari teks tanggapan berupa kritik dan pujian yang didengar dan/atau dibaca dengan memperhatikan struktur kebahasaan.
Pelatihan Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah Populer bagi Siswa SMAN 2 Tambang Vera Sardila; Anggi Rosita Dewi; Afdhal Kusumanegara; Welli Marlisa; Rizki Erdayani; Nursalim; Ariyanti Rahayu
PROGRESIF: Jurnal Pengabdian Komunitas Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36406/progresif.v6i1.479

Abstract

Twenty-first century literacy requires students to think critically, creatively, and communicate ideas effectively through writing. However, a needs assessment at SMAN 2 Tambang revealed that students experienced difficulties in understanding the concept of popular scientific articles, developing ideas, constructing evidence-based arguments, and applying effective written language. This community service program aimed to improve students’ knowledge and writing skills through practice-based training and mentoring. The activity was conducted on January 21, 2026, at SMAN 2 Tambang, Kampar Regency, Riau, involving 20 students. The program included lectures, discussions, structured writing exercises, hands-on practice, and mentoring. Evaluation was carried out through observation and assessment of participants’ written work. The results showed that all participants completed the program. A total of 85% understood the concept of popular scientific articles, 85% were able to determine appropriate topics and writing perspectives, 80% successfully produced article drafts, and 90% demonstrated active participation and high motivation. The program effectively enhanced students’ writing competence and supported the development of a literacy culture in schools.
Glottal Stop pada Asimilasi dan Geminasi Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan sebagai Potret Kognisi Sosial Masyarakat yang Tegas Afdhal Kusumanegara; Nurhayati Usman; Bambang Suhartono bin Mohd Said; Miftahul Khair
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21938

Abstract

Glottal stop dalam proses morfofonemik pada utamanya pada bahasa daerah di Sulawesi Selatan, yakni bahasa Bugis, Makassar, Massenrempulu, Tae’ dan Toraja menunjukkan karakter rumpun bahasa Austronesia, yakni ketegasan. Tujuan penelitian ini memotret karakter kognisi sosial masyarakat Sulawesi Selatan dari penggunaan asimilasi dan geminasi pada bahasa-bahasa daerah di wilayah tersebut. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan kajian eklektik antara kajian morfofonemik dan teori wacana (kognisi sosial van Dijk). Analisis asimilasi digunakan untuk kajian morfofonemik dan analisis wacana untuk menggambarkan kognisi sosial masyarakat. Sumber data yakni kosa kata bahasa daerah dari berbagai bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Data berupa diksi yang mengandung unsur glottal stop baik dari kelas kata verba atau adjektiva yang melibatkan proses asimilasi dan geminasi. Penggunaan prefiks yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh konsonan awal kata, jumlah suku kata, makna kata, dan intonasi penggunaan kata yang mengikutinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat irisan kekerabatan pada bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan yang berlandaskan pada sifat dominan bahasa rumpun Austronesia yakni penekanan pada tuturan akibat penggunaan glottal stop. Unsur penekanan tersebut menggambarkan kognisi sosial masyarakat tuturnya yang cenderung memberikan ketegasan dalam tuturan. Mengetahui karakter tersebut akan memudahkan jika terdapat interaksi yang intensif dengan masyarakat Sulawesi Selatan.
Wacana Kekhawatiran dalam Puisi “Rumah Kita” Karya Suara Puan: Eklektik Pendekatan Mimetik dan Modalitas Ekspresif Afdhal Kusumanegara*; Siti Kholilah; Shella Febriana; Yasmin Fadila Husna; Welli Marlisa
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5004

Abstract

The poem "Rumah Kita" by Suara Puan has a structure that originates from mimetic factors and expressive modalities. This second factor influences the style of the poem "Rumah Kita" to adapt it to the character of Suara Puan's writing. This research aims to analyze the meaning in the poem entitled "Rumah Kita" by Suara Puan and convey the contents of the poem as a whole so that readers understand the meaning conveyed in this research. The method used in this research is a descriptive method which examines the content of the meaning of the poem "Rumah Kita" using a mimetic approach combined with expressive modality discourse theory. The data for this research is diction which has mimetic factors and expressive modality and comes from the entire poem "Rumah Kita". The results of the analysis show that the poem "Rumah Kita" shows a discourse worry as author’s cognition. Keywords: ekspresive modality; mimetic; poetry ABSTRAK Puisi “Rumah Kita” Karya Suara Puan memiliki struktur yang bersumber dari faktor mimesis dan modalitas ekspresif. Kedua faktor ini mempengaruhi corak puisi “Rumah Kita” disesuaikan dengan karakter tulisan dari Suara Puan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dalam puisi yang berjudul “Rumah Kita” karya Suara Puan dan menyampaikan isi puisi secara menyeluruh agar pembaca memahami makna yang tersampaikan pada penelitian ini. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu metode deskriptif yang menelaah isi dari makna puisi “Rumah Kita” dengan menggunakan pendekatan mimetik digabungkan dengan teori wacana modalitas eksrepsif. Data penelitian ini yakni diksi yang memiliki faktor mimesis dan modalitas ekspreksif dan bersumber dari keseluruhan puis “Rumah Kita”. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi “Rumah Kita” menunjukkan wacana kekhawatiran sebagai bentuk kognisi penulis. Kata kunci: puisi, mimetik, modalitas ekspresif
Banjar Mantras as a Medium for the Preservation of Cultural and Religious Values in South Kalimantan Ida Komalasari; Afdhal Kusumanegara; Noor Leha; Ida Rusdiana; Muhammad Rizki Roli Novian
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/gurindam.v6i1.40360

Abstract

Banjar mantras are a form of oral literature that represents the knowledge, beliefs, and values of the Banjar community transmitted across generations. This study aims to describe the forms, cultural values, and religious values of Banjar mantras as a means of cultural preservation in Batang Kulur Kiri Village, Hulu Sungai Selatan Regency. This qualitative study employed a descriptive method. The data consisted of Banjar mantra utterances and information concerning their use and transmission, obtained from community members with knowledge and experience of Banjar mantras. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal various forms of Banjar mantras based on their functions, including healing, self-protection, love and attraction, travel safety, and childbirth. These findings demonstrate that Banjar mantras embody cultural, educational, and religious values that represent Banjar cultural identity and warrant documentation and preservation as cultural heritage.