Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECOENZYM UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Dyah Erlina Sulistyaningrum; Mohammad Amin; Suryadi Suryadi; Abdul Halim; Muhammad Syaikhi Abdulrahman Wahid
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16407

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah: (1) memberikan keterampilan dan pengetahuan mengolah sampah organik menjadi eko-enzim untuk mengurangi pencemaran lingkungan di Polorejo. (2) Mengajarkan teknik mengolah sampah organik menjadi bahan baku ekoenzim. (3) Memberikan informasi bagaimana meminimalisir dampak sampah organik pada Polisher dengan menggunakan ekoenzim. (4) Menyebarluaskan informasi tentang pengolahan sampah organik menjadi eko-enzim untuk mengurangi pencemaran di Polorejo. (5) Mengajarkan bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim. Layanan seperti itu adalah layanan masyarakat. Salah satu upaya untuk menambah pengetahuan adalah dengan mendaur ulang sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai. Saat ini pemanfaatan sampah organik masih terbatas sehingga menyebabkan kurangnya antusiasme masyarakat setempat. Warga Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo berpartisipasi dalam kegiatan penelitian kecil-kecilan. Kegiatan yang diterapkan adalah manfaat sosial dan cara pembuatan ekoenzim tersebut. Masyarakat akan mendapatkan contoh alat proses pembuatan dan menunjukkan secara langsung cara kerjanya hingga proses pengemasan. Diharapkan masyarakat desa Polorejo dapat memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan desa Polorejo.
KEPEMILIKAN RUMAH ORANG ASING YANG TINGGAL DI INDONESIA Suryadi Suryadi; Diko Setiawan Nugroho
UNES Law Review Vol. 5 No. 4 (2023): UNES LAW REVIEW (Juni 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v5i4.730

Abstract

The title of this article is "Foreign Home Ownership in Indonesia". The purpose of this study is to analyze the regulation of house ownership for foreigners living in Indonesia and the procedures for foreigners to own houses in Indonesia. The need for housing as a dwelling or place of refuge is a basic need of every human being, as is the need for food, clothing and shelter. Anyone who lives in a house is possessive and lives in their own house. Some people occupy other people's homes, whether they rent them out or not. One of the parties who can own a house as a residence is a foreigner residing in Indonesia. Foreign housing is based on certain property rights. This type of research uses legal research with a focus on normative research. In summary, the regulations regarding home ownership for foreigners residing in Indonesia are: According to Government Decree No. 41 of 1996 on Requirements for Foreigners to Own Houses and Minister of Agriculture/Head of Land Authority Decree No. 7 of 1996, both regulations require foreign owned houses to meet the following conditions: It isRequired. In Indonesia, housing refers to a house built on land. Owned or leased shares in buildings.
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET SUSU KAMBING ETAWA PADA KELOMPOK TERNAK BONTIL GRUP Dyah Erlina Sulistyaningrum; Tri Rahayuningsih; Ahlan Nur Islamudin; Sodikul Anwar; Suryadi Suryadi; Moh. Amin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21673

Abstract

Pengembangan sektor peternakan di desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo telah dicanangkan oleh pemerintah desa untuk menjadi salah satu pendorong perekonomian masyarakat. Kelompok ternak dengan nama Bontil Group merupakan Kelompok Peternak Kambing Etawa dibentuk berdasarkan kepentingan yang sama. Persamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan sumber daya; dan keramahan antar warga. Kelompok ternak yang beranggotakan warga masyarakat desa Selur, menjalankan usahanya untuk meningkatkan dan mengembangkan perternakan kambing etawa. Selain berupaya membina dan menjaga keberlanjutan, kami memiliki visi untuk merevitalisasi perekonomian pedesaan melalui peternakan kambing Etawa, peternakan juga memiliki harapan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. Permasalahan yang dihadapi dalam usaha ternak Kambing Etawa di Bontil Group yaitu (1) pengolahan susu kambing etawa masih sangat terbatas sedangkan jumlah ternak terus berkembang (2.) masalah kurang pengetahuan tentang inovasi pengolahan produk susu. (3) Masalah pemasaran yang kurang luas. Metode yang ditawarkan sebagai alternative solusi bagi masalah tersebut adalah (1) pelatihan cara pembuatan susu kambing etawa menjadi nugget (2) Memberikan modal ilmu pengetahuan tentang inovasi pengolahan produk susu. (3) Memberikan pemahaman tentang pemasaran. Keuntungan yang bisa didapat yaitu (1) Banyaknya manfaat pengolahan susu kambing etawa menjadikan peluang usaha terbuka lebar (2) banyak animo masyarakat terhadap hasil pengolahan susu kambing etawa. (3) meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok ternak Bontil.