Sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki potensi untuk hijauan pakan ternak, namun belum banyak dikaji proses budidaya di tanah oxisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi hijauan sambung nyawa di tanah oxisol serta pengaruh pemupukan urea dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengelompokan berdasarkan kemiringan lahan dan 4 perlakuan pupuk dengan 10 tanaman per plot. Kelompok kemiringan lahan terdiri dari kemiringan 7ᵒ (B1), kemiringan 5ᵒ (B2), kemiringan 4ᵒ (B3), dan kemiringan 3ᵒ (B4). Perlakuan penelitian terdiri dari kontrol dengan pemberian pupuk kandang sebesar 8 ton ha⁻¹ dan NPK 15-15-15 sebesar 200 kg ha⁻¹ (P1), dengan penambahan pupuk urea 100 kg ha⁻¹ (P2), dengan penambahan pupuk urea 200 kg ha⁻¹ (P3), dengan penambahan pupuk urea 300 kg ha⁻¹ (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk ke tanah dapat meningkatkan kandungan hara tanah, terutama fosfor (1,28 ppm ke 3,41 ppm) dan kalium (0,13 15 cmol⁽⁺⁾ kg¯¹ ke 0,15 cmol⁽⁺⁾ kg). Dosis pemupukan yang berbeda menyebabkan perbedaan pertumbuhan sambung nyawa, baik tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun maupun produksi biomassa segar. Pada produksi daun, terjadi penurunan biomassa daun segar (dari kontrol 114,89 g tanaman-1) pada penambahan pupuk urea 200 kg ha-1 (P3 menjadi 64,69 g tanaman-1), namun tidak berbeda nyata setelah biomassa segar dikeringkan. Pada produksi batang, pengaruh pemupukan urea terhadap pola penurunan biomassa batang segar dan kering relatif sama. Simpulan penelitian ini adalah tanaman sambung nyawa memiliki kemampuan beradaptasi dan tumbuh dengan baik di tanah oxisol. Pemberian pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk kandang sebesar 8 ton ha⁻¹ dan NPK 15-15-15 sebesar 200 kg ha⁻¹.