This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
SOHARI SOHARI, SOHARI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SHAHABAT DAN TABI'IN DALAM MENGINTERPRETASIKAN AL-HADITS Sohari, Sohari
Al Qalam Vol 20 No 96 (2003): January - March 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.135 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i96.653

Abstract

Al-hadits sebagai sumber hukum yang kedua setelah-al-Qur'an, dalam aplikasinya di masyarakat terdapat persepsi yang berbeda, terutama dalam memahami beberapa ucapan Nabi (Hadits) sehingga antara Shahabat yang satu dengan yang lainnya terkadang terjadi pro dan kontra.Dalam memahami teks hadits di atas para shahabat terdapat perselisihan faham, ada yang memahami bahwa menulis dan mencatat al-Hadits pada masa itu adalah haram, ada pula yang memahami hadits tersebut merupakan kehati-hatian shahabat supaya tidak mencampur aduk antara al-Qur'an dan hadits, sehingga menurut pemahaman kedua ini boleh saja mencatat dan meulis al-Hadits sekaligus meriwayatkannya kepada orang lain.Perbedaan pemahaman tersebut terjadi hingga pada masa tabi'in, hanya saja sikap tabi 'in nampaknya tidak terlalu tekstual sehingga mereka berpikir secara luas dan berwawasan ke depan. Hal ini terbukti dengan adanya pembukuan al-Hadits dimasa Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.Penelitian ini menggunakan Library Research, menelaah buku-buku yang ada kaitannya dengan peneliatian ini.Kesimpulannya adalah: Bahwa penalaran shahabat dalam menerima dan meriwayatkan hadits sangat patuh dan hati-hati sekali, di samping itu masih bersifat tekstual, karena khawatir menyalahi aturan yang telah ditetapkan Rasul. Sedangkan para tabi'in pada dasarnya hampir sama, hanya saja yang membedakan adalah para tabi'in ternyata dalam memahami hadits lebih luas lagi yaitu tidak hanya tekstual tetapi juga kontekstual.Kata Kunci: Perbedaan pemahaman, shahabat, tabi'in, interpretasi hadits