Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Geoplanart

Penataan Kawasan Kumuh Pulosari di Kelurahan Tamasari Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung Adhi Hermawan
GEOPLANART Vol 1, No 2 (2017): Edisi November
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.489 KB) | DOI: 10.35138/gp.v1i2.124

Abstract

Pada saat ini, permukiman merupakan salah satu masalah yang semakin membebani dunia. Pada tahun 2016 diperkirakan 1/6 dari jumlah total penduduk dunia (sekitar 1 milyar) tinggal di rumah tidak layak dan seratus juta di antaranya tinggal di daerah kumuh. Laju pertumbuhan penduduk tidak diiringi pemenuhan kebutuhan dan keterbatasan sumberdaya.  Hal tersebut dapat dilihat dari data Susenas bahwa pada tahun 2010, diperkirakan diantara 260 juta orang penduduk Indonesia masih terdapat 4.338.862 rumah tangga yang belum memiliki rumah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan kurang lebih 800.000 unit rumah baru setiap tahunnya agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Di samping kebutuhan masyarakat akan penyediaan fasilitas perumahan, sekitar 13 juta unit rumah memerlukan peningkatan kualitas rumah agar menjadi layak huni seriap tahunnya (Data Susenas, 2010). Di perkotaan, masalah permukiman menjadi jauh lebih kompleks yang disebabkan oleh migrasi penduduk ke perkotaan yang semakin tinggi. Tahun 1995 jumlah penduduk perkotaan menjadi sekitar 71.88 juta (36,91% jumlah nasional). Sensus penduduk tahun 2000 mencatat total jumlah penduduk adalah 206.264.595 jiwa dengan tingkat migrasi penduduk ke kawasan perkotaan mencapai 40%  dan diperkirakan akan menjadi 60% pada tahun 2025, yaitu sekitar 160 juta orang (www.bps.go.id). Penelitian yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan laju pertumbuhan penduduk perkotaan pada kurun waktu 1990-2010 tercatat setinggi 4,4% pertahun, sementara pertumbuhan penduduk keseluruhan hanya 1,6% pertahun (World Bank, 2013). Peningkatan jumlah penduduk perkotaan tersebut akan berdampak besar terhadap permintaan akan fasilitas perumahan dan permukiman, karena pada dasarnya merupakan salah satu kebutuhan dasar penduduk
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN STUDIO ARSITEKTUR BERBASIS DARING DI PERGURUAN TINGGI DI KOTA BANDUNG Wisnuadji, Sigit; Hermawan, Adhi
GEOPLANART Vol. 5 No. 2 (2023): EDISI MEI 2023
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia telah mempengaruhi seluruh tatanan kehidupan manusia. Sejak Maret 2020, pola pendidikan di Indonesia dan hampir di seluruh dunia menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Proses pembelajaran studio perancangan arsitektur yang berjalan selama ini berupa pembelajaran “learning by project” dan prosesnya didampingi oleh dosen secara tatap muka secara luring. Sejak diberlakukannya kuliah daring, maka dampaknya adalah sistem pembelajaran studio juga dilakukan secara daring dimana dalam pelaksanaannya perlu ditinjau bersama. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan dalam pelaksanaan studio arsitektur secara daring. Memasuki era adaptasi kebiasaan baru dan belum ada tanda-tanda perkuliahan akan dikembalikan ke cara tatap muka langsung, maka perlu dicari model pembelajaran studio arsitektur daring yang memenuhi target output sesuai kurikulum dan silabus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat menggali informasi seluas-luasnya dari dosen dan mahasiswa tentang pembelajaran studio arsitektur secara daring ini. Pendataan dilakukan pada berbagai hal teknis dan juga terkait sistem komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem daring ini dapat digunakan sebagai alternatif pola pembelajaran studio arsitektur dengan sistem hybrid namun dengan berbagai prasyarat dan kesiapan dari para pengguna sistem daring ini. Â