Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS LABORATORIUM LAHAN KERING KEPULAUAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Fadlan Pramatana; Yosep Seran Mau; I G. B. Adwita Arsa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17113

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat telah memacu perubahan berbagai aspek kehidupan. Perkembangan teknologi ini sangat berdampak salah satunya pada bidang pendidikan yang ditandai dengan teknologi pembelajaran berbasis online, mobile, multimedia, sarana informasi, interaksi, hingga media promosi. Perkembangan teknologi ini tidak terlepas dari kemudahan akses terhadap berbagai informasi dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Teknologi informasi telah dimanfaatkan berbagai lembaga untuk perbaikan kualitas pengelolaan dan kinerja lembaga. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lahan kering Kepulauan (LLKK) Universitas Nusa Cendana (Undana) merupakan salah satu laboratorium pendukung kegiatan Tri-Dharma civitas Undana melalui sistem kerjasama dan memiliki lahan yang menghasilkan produk-produk hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk berbagai platform media sosial lembaga UPT. LLKK sebagai sistem informasi dan mengembangkan pengelolaan website sebagai sistem informasi. Metode yang digunakan berupa pengelolaan media sebagai sistem informasi untuk meningkatkan kinerja UPT. LLKK dengan pembentukan platform media sosial, pengelolaan website, penerapan, dan tahap evaluasi. Pembuatan berbagai platform media sosial UPT. LLKK diantaranya facebook, youtube, dan instagram. Media sosial ini akan menjadi wadah informatif sehingga lembaga dapat memberikan berbagai macam informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas dengan mudah. Platform media sosial yang sudah terbentuk lalu diintegrasikan dalam website UPT. LLKK agar keseluruhan media dapat menjadi satu kesatuan sistem infromasi. Pengelolaan website UPT. LLKK yang terintegrasi dengan media sosial akan meningkatkan efisiensi penyebaran informasi karena masyarakat semakin mudah untuk mengakses hanya dengan bantu kata kunci dalam mesin pencari internet. Perkembangan media sosial dan website dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini, sehingga perlu dilakukan pengelolaan pada sistem informasi tersebut untuk pengembangan kinerja UPT. LLKK.
PENGOLAHAN SAMPAH DI TEMPAT IBADAH SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENGOLAHAN SAMPAH DI SUMBER DI KOTA KUPANG I Gusti Bagus Adwita Arsa; I Wayan Nampa; Yosep Seran Mau; Antonius S. Ndiwa; Nixon Rammang; Fadlan Pramatana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.39475

Abstract

Sampah masih menjadi salah satu isu utama lingkungan di Kota Kupang. Tata kelola sampah yang belum optimal pada akhirnya menjadi beban lingkungan, baik lingkugan fisik maupun sosial. Fokus penanganan yang dilakukan selama ini lebih banyak pada mobilisasi sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terlebih TPA yang digunakan masih menggunakan teknologi open dumping. Pengabdian ini dilakukan di salah satu tempat ibadah di kota Kupang. Tempat ibadah dipilih karena menjadi salah satu potensi penyumbang sampah yang cukup besar, baik sampah organik maupun anorganik. Pengolahan sampah di tingkat sumber (tempat ibadah) akan memberikan manfaat ekonomi dan juga menjadi model pengelolaan sampah yang baik, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga atau komunitas. Pengabdian dilaksanakan dengan metoda partisipatif kolaboratif, melalui pemetaan permasalahan, potensi sumber bahan baku (sampah), perencanaan site plan, pengadaan alat pencacah sampah pelatihan proses pembuatan kompos, pengemasan kompos dan pemasarannya. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan PKM ini telah mampu meningkatkan efisiensi pengolahan dan upaya penganganan sampah. Unit pengolahan yang dibangun sudah mampu berproduksi secara berkelanjutan. Teknologi mesin pencacah mampu meningkatkan efisiensi kerja, yaitu hasil yang lebih halus dan waktu yang lebih efisien. Produktivitas pencacahan sampah basah mencapai 60 kg/jam dan sampah kering 34,8 kg/jam. Hasil kegiatan PKM ini juga mampu menyelesaikan pemasalahan yang dihadapi mitra, menghasilkan insentif ekonomi, dan menjadi media promosi penaganan sampah di tingkat sumber. Pelaksanaan kegiatan secara sharing cost (65% mitra 35% PKM) memotivasi mitra untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan karena telah turut berinvestasi.
Jumlah Populasi Imago Sitophilus oryzae  L. dan Intensitas Kerusakan pada Beberapa Jenis Beras Asal Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur  Veronika Munde; Titik Sri Harini; Petronella S. Nenotek; Zainal Abidin; Yosep Seran Mau
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.2956

Abstract

This study aimed to determine the S. oryzae imago number and the level of damage intensity it caused on grains of several rice varieties in Mauponggo District, Nagekeo Regency. The study was conducted at the Pest Laboratory of the Faculty of Agriculture, Nusa Cendana University. The study was laid out in a completely randomized design consisting of five rice varieties as treatments, each was four replicates. A rice grain of 100 grams was put into a plastic jar and infested with a uniform five pairs of S. oryzae. Observed variables included grain water content, number of S. oryzae imago and the percentage of grain weight loss as a measure of damage intensity. Data were subjected to analysis of variance, followed by an Honest Significant Post hoc test at a 0.05 % significance level. The study results showed significant differences among tested rice varieties in both imago populations as well as the level of grain weight loss. IR 64 variety showed the lowest number of imago of S. oryzae and also the lowest grain weight loss while local red and black rice were the highest in both the number of imago and grain weight loss at eight weeks after S. oryzae infestation.