Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rehabilitasi Medik pada Nyeri Bahu Hemiplegia Pasca Stroke Joshua Manurung; Christopher Lampah; Joudy Gessal
e-CliniC Vol. 11 No. 3 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i3.45280

Abstract

Abstract: According to WHO 2019, stroke is the second leading cause of death worldwide and a significant cause of long-term disability. One of the complications that often occurs after a stroke is hemiplegic shoulder pain that affects the patient with decreased functional use of the arm, decreased quality of life, higher rates of depression, prolonged hospitalization, and impaired rehabilitation. This study aimed to discuss about rehabilitation efforts in post stroke patients with hemiplegic shoulder pain. This was a literature review study by searching three databases (Google Scholar, Pubmed, and Clinical Key) to determine medical rehabilitation for hemiplegic shoulder pain. The results obtained 13 literatures that matched the criteria. Hemiplegic shoulder pain in many ways, such as reducing the functional use of the arm, reducing quality of life, increasing levels of depression, prolonged hospitalization, is to the point of interfering with the recovery process, namely rehabilitation. In conclusion, medical rehabilitation for hemiplegic shoulder pain has shown quite successful efforts in treating or restoring the condition of patient with hemiplegic shoulder pain. It is possible to carry out more extensive research regarding the underlying causes, examinations to diagnose hemiplegic shoulder pain, and more effective rehabilitation in the future. Keywords: medical rehabilitation; hemiplegic shoulder pain; post stroke; quality of life   Abstrak: Menurut WHO 2019, stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia dan salah satu penyebab yang bermakna bagi disabilitas jangka panjang. Salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah kejadian stroke ialah nyeri bahu hemiplegia yang memengaruhi penderita dengan penurunan penggunaan fungsional lengan, penurunan kualitas hidup, tingkat depresi yang lebih tinggi, rawat inap yang berkepanjangan, gangguan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rehabilitasi medik pada nyeri bahu hemiplegia pada pasien pasca stroke menggunakan metode literature review dengan penelusuran pada tiga database (Google Scholar, Pubmed, dan Clinical Key). Hasil penelitian mendapatkan 13 literatur yang sesuai dengan kriteria. Nyeri bahu hemiplegia dalam banyak hal, seperti penurunan penggunaan fungsional lengan, penurunan kualitas hidup, tingkat depresi yang bertambah, rawat inap yang berkepanjangan, sampai mengganggu proses pemulihan membutuhkan rehabilitasi. Simpulan penelitian ini ialah penanganan rehabilitasi medik pada pasien pasca stroke dengan nyeri bahu hemiplegia telah menunjukkan upaya yang cukup berhasil dalam mengobati atau memulihkan kondisi tersebut Tidak menutup kemungkinan dilakukan penelitian yang lebih luas mengenai penyebab yang mendasari, pemeriksaan untuk mendiagnosis keadaan nyeri bahu hemiplegia maupun rehabilitasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kata kunci: penanganan rehabilitasi medik; nyeri bahu hemiplegia; pasca stroke; kuallitas hidup
Rehabilitasi Medik pada Gangguan Mobilisasi Pasca Stroke Keith J. Legoh; Christopher Lampah; Joudy Gessal
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i2.45275

Abstract

Abstract: Care and assistance in post-stroke patients require special handling that is often not mastered by caregivers, causing an increase in the number of patients readmitted to the hospital, especially the elderly. This study aimed to find out the available current rehabilitation for patients with post-stroke mobility impairment. This was a literature review study using literatures published and accredited in the last five years based on three databases, namely: PubMed, ClinicalKey, and Google Scholar. The results obtained 10 literatures to be reviewed. Comparisons of conventional and modern therapies, as well as the focus of therapy on impaired mobility of post-stroke patients proved that the design of an appropriate therapy program would provide a better prognosis, but for now, most therapies still focused on gait, balance, and risk of falling. Therapy supported by appropriate and qualified technology would produce a better prognosis compared to therapy with physical activity or with the help of conventional technology. In conclusion, patients with post-stroke mobility impairment need an accurate diagnosis of existing pathologies and manifestations to receive the best medical rehabilitation therapy program. Modernization of technology supported rehabilitation has quite an influence on the prognosis of patients with post-stroke mobility impairment and combination of various types of therapy can be used to solve this problem. Keywords: rehabilitaion; post-stroke; mobility impairment; gait; balance; fall risks   Abstrak: Perawatan dan bantuan pada pasien pasca stroke membutuhkan penanganan khusus yang sering kali belum dikuasai oleh pengasuh sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah pasien yang dirawat kembali di rumah sakit, khususnya lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modalitas rehabilitasi yang tersedia bagi pasien dengan gangguan mobilisasi pasca stroke berdasarkan perkembangan teknologi yang tersedia saat ini. Metode yang digunakan ialah literature review. Proses pencarian pustaka-pustaka yang diteliti ialah sudah terpublikasi dan terakreditasi selama lima tahun terakhir dan berbasis tiga database, yakni: PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Hasil penelitian mendapatkan 10 literatur untuk ditinjau. Perbandingan terapi konvensional dan modern, serta fokus terapi terhadap gangguan mobilisasi pasien pasca stroke membuktikan bahwa rancangan program terapi yang tepat akan memberikan prognosis yang lebih baik, namun untuk saat ini, terapi umumnya lebih berfokus pada gait, balance, dan fall risks. Terapi yang disokong dengan teknologi yang tepat dan mumpuni akan menghasilkan prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan terapi aktifitas fisik saja ataupun dengan bantuan teknologi konvensional. Simpulan penelitian ini ialah pasien dengan gangguan mobilisasi pasca stroke memerlukan diagnosis yang tepat terhadap patologi dan manifestasi yang ada untuk menerima program terapi rehabilitasi medik terbaik. Modernisasi dari teknologi penyokong rehabilitasi cukup berpengaruh terhadap prognosis dari pasien dengan gangguan mobilisasi pasca stroke dan dapat dilakukan terapi kombinasi dari beragam jenis terapi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kata kunci: rehabilitasi; pasca stroke; gangguan mobilisasi; gait; balance; fall risks