Ketuban Pecah Dini (KPD) didefenisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. Dalam keadaan normal 8-10% perempuan hamil aterm akan mengalami ketuban pecah dini (Sarwono, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Pola Seksual Ibu Hamil Trimester III Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo.Penelitian ini merupakan Desain penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan studi cross sectional dengan 34 responden. Pengumpulan data meliputi coding, editing dan tabulating, kemudian dianalisis secara manual dan computer dengan Uji Chi Square .Berdasarkan bahwa dari 34 responden sebagian besar Pola seksual Yang Tepat 13 responden (38.2%) meliputi ibu hamil yang tidak mengalami KPD sejumlah 11 responden (32.4%) dan yang mengalami KPD sejumlah 2 responden (5.9%) sedangkan Pola seksual yang Tidak tepat sejumlah 21 responden (61.8%) meliputi ibu hamil yang tidak mengalami KPD sejumlah 7responden (20.6%) dan yang mengalami KPD sejumlah 14 responden (41.2%). didapatkan P Value : 0,004 dan a= 0,05 artinya r < a, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, serta ada Hubungan Pola Seksual Ibu Hamil Trimester III Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo. Diharapkan Frekuensi coitus pada trimester ketiga kehamilan yang lebih dari 3 kali seminggu diyakini berperan dalam terjadinya KPD. Hal ini berkaitan dengan kondisi orgasme yang memicu kontraksi rahim oleh karena adanya paparan terhadap hormon prostaglandin didalam semen atau cairan spermaÂ